Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dialog virtual antara HKTI Pusat dan Daerah dengan Dirjen Tanaman Pangan,

Dialog virtual antara HKTI Pusat dan Daerah dengan Dirjen Tanaman Pangan,

HKTI: Perlu Stimulus untuk Tingkatkan Produksi Pangan

Listyorini, Kamis, 4 Juni 2020 | 21:12 WIB

JAKARTA, Investor.id - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menekankan perlunya strategi untuk meningkatkan produksi pertanian melalui pemberian stimulus/bantuan, antara lain berupa kredit usaha rakyat (KUR). Pasalnya, kesiapan pangan nasional sangatlah penting dalam menghadapi pandemi virus corona (Covid-19).

“Dalam menghadapi pandemi Covid-19, HKTI tidak tinggal diam. Sebagai salah satu organisasi sosial yang bergerak dalam bidang pertanian, HKTI berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait kesiapan pangan menghadapi pandemi Covid-19”, ungkap Benny Pasaribu dari DPN HKTI dalam dialog virtual antara HKTI Pusat dan Daerah dengan Dirjen Tanaman Pangan, Rabu (3/6).

HKTI adalah sebuah organisasi sosial di Indonesia yang berskala nasional, berdiri sendiri dan mandiri yang dikembangkan berdasarkan kesamaan aktivitas, profesi, dan fungsi di dalam bidang agrikultur dan pengembangan pedesaan, sehingga memiliki karakter profesional dan persaudaraan.

Menurut Benny, HKTI mendukung sepenuhnya rencana pemerintah untuk mempercepat musim tanam tahun ini guna memastikan ketersediaan pangan dapat terjamin pada saat pandemi covid 19. Hal ini menjadi sangat penting mengingat secara global, Organisasi Pangan Dunia (FAO) mensinyalir akan adanya masalah ketersediaan pangan.

Sementaraitu, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi mengatakan. ada empat skenario untuk mengamankan ketersediaan pangan di Indonesia.

1. Mentargetkan luas tanam April-September sebesar 5,6 juta hektar.

2. Membangun rawa melalui ekstensifikasi dan intensifikasi, fokus di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

3. Diversifikasi pangan lokal Indonesia.

4. Membangun lumbung pangan dari desa sampai provinsi.

Menurut Suwandi, yang dbutuhkan petani saat ini yaitu adanya guliran dana dengan bunga rendah dalam bentuk KUR. Pemerintah telah mentargetkan KUR pertanian sebanyak Rp 50 Triliun pada 2020. Saat ini realisasi KUR pertanian Rp 18,35 triliun

Suwandi menjelaskan, persyaratan KUR sangat mudah, akan lebih mudah lagi apabila petani/kelompok tani mempunyai avalis/offtaker.

Menurut catatan, KUR tanaman pangan menduduki peringkat tertinggi, mencapai Rp 5,76 triliun sampai dengan saat ini, diantaranya KUR untuk Kostraling penggilingan mencapai Rp 282 miliar digunakan modal kerja, upgrade mesin mesin atau membangun gudang penyimpanan”.

Daerah Bersemangat

HKTI di daerah sangat bersemangat untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan jagung khususnya perluasan areal tanam. Di Gorontalo dengan produksi jagung yang melimpah dapat dibangun pabrik-pabrik pakan ternak.

Beras khusus juga sangat cocok dikembangkan di Nias, seperti beras Impari Nutri zinc untuk kesehatan. “Indonesia kaya akan jenis tanaman pangan seperti ubi kayu, ubi jalar, talas, ganyong, gadung, gembili, garut, porang, hanjeli, hotong dan lain sebagainya.

Benny Pasaribu mengatakan, bantuan benih berkualitas dengan melibatkan penangkar lokal sangat didukung oleh HKTI. Hal ini dapat menghemat biaya transpor dan pendistribusiannya. Dengan benih lokal akan lebih terjangkau bagi petani untuk memproleh benih unggul yang bersertifikat.

Pemerintah, kata dia, perlu lebih proaktif membina penangkar lokal. Jika perlu dengan sistim pendampingan agar mampu memproduksi benih berkualitas hingga terdaftar di E Katalog. Pada gilirannya, hal ini akan mendorong peningkatan produksi dan pendapatan petani.

Keamanan pangan juga tidak terlepas dari dihidupkannya kembali lumbung pangan. Berawal dari lumbung pangan keluarga, desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi akan ikut menyangga stok pangan.

Untuk itu HKTI meminta pemerintah agar terus memperhatikan kesejahteraan petani, karena petani saat pandemi seperti ini tidak pernah berhenti bekerja untuk mencukupi kebutuhan pangan rakyat Indonesia.

Selain permasalahan budidaya, pemerintah juga perlu memprioritaskan hilirisasi. Nilai tambah itu ada pada produk industrialisasi pertanian. Melalui hilirisasi akan lebih mudah menyerap produk petani terutama saat panen raya.

“Penggunaan sistim Resi Gudang juga sebaiknya ditingkatkan sehingga masalah kesulitan pemasaran produk petani akan sekaligus dapat di atasi. Hilirisasi ini ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan jauh lebih tinggi”, kata Benny.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN