Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

KOPI PAGI

IHSG ke 5000 atau Balik Badan?

Kamis, 25 Juni 2020 | 07:32 WIB
Oleh Hari Prabowo

JAKARTA, Investor.id - Pasar kembali diuji hari ini, setelah kemarin IHSG melejit naik 1,75% ke posisi 4.964. Kini, investor harap-harap cemas karena semalam bursa global mulai indeks Dow Jones dan indeks saham eropa yang rara-rata minus 3%.

Kekhawatiran pasar terhadap gelombang kedua virus corona (Covid-19) menjadi sentimen negatif karena menimbulkan ketidakpastian. Terlebih lagi sejumlah negara bagian di AS, seperti New York, New Jersey dan Connecticut memerintahkan masyarakatnya dari negara bagian hotspot tertentu untuk melakukan karantina selama 14 hari. Hal ini dikhawatirkan bisa menjadi ancaman pemulihan ekonomi.

Nah, sekarang tinggal bagaimana bursa kita mau ikutan arah bursa global tersebut dan kembali kejalur merah atau mampu bertahan dijalur hijau.

Penguatan IHSG kemarin didorong oleh naiknya harga sahambank-bank BUMN, seperti BBRI BBNI BMRI dan BBTN yang mendapat berkah atas rencana penempatan dana pemerintah sebesar Rp 30 triliun untuk pemulihan ekonomi. Tentu dana ini sangat membantu likuiditas bank-bank sehingga kemungkinan penyaluran kredit bisa berjalan lagi, tinggal bagaimana dunia usaha masih bisa berjalan apa tidak karena daya beli yang lemah.

Dalam kondisi normal biasanya IHSG akan cenderung melewati indek psikologis di 5000 dan saat ini sudah hampir mendekati. Namun dengan perkembangan indeks global semalam, kemungkinan IHSG mengalami hambatan untuk melaju ke level yang lebih tinggi.

Seperti sering saya sampaikan bahwa kini pasar memang masih dalam volatilitas yang tinggi dan kemungkinan akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, sehingga silahkan atur strategi trading dan target profit yang diharapkan.

Pepatah mengatakan "lebih baik sedikit ditangan dari pada banyak hanya diangan-angan" saya kira itu cukup baik untuk diterapkan pola trading saat ini karena kita masih sulit memprediksi kondisi mendatang.

Saham-saham yang dalam pengamatan saya untuk trading dua tiga hari kedepan antara lain UNVR, BBTN, ADRO, ISSP, INCO, PGAS bisa lakukan beli kalau harga sedang turun karena berpotensi naik kembali dalam jangka pendek (BOW).

Saham BBKP yang semula menarik untuk trading masih harus menunggu perebutan pengaruh antara Kookmin Bank dan Bosowa, jadi sementara kita lihat perkembangan dulu.

Apapun kondisinya, jadikan hari yang indah buat mencari peluang cuan.
 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN