Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Esra Manurung Maleakhi /IST

Esra Manurung Maleakhi /IST

Ini Misi Bukan Bisnis

Esra Manurung, Jumat, 20 September 2019 | 11:48 WIB

JAKARTA, investor.id - "Untuk berhasil menjalankan misi, fokuslah hanya pada satu titik, TUJUAN Anda," Adelia C Chung, perempuan pertama yang berhasil menjadi Presiden MDRT (Million Dollar Round Table). Ia mendedikasikan hidupnya sebagai praktisi asuransi lebih dari 33 tahun. “Pekerjaan ini bukan bisnis, tapi misi, menolong individu dan keluarga untuk merencanakan dan mencapai misi hidup mereka," ujarnya.

Bekerja di sektor keuangan yang melibatkan perencanaan jangka panjang dan tujuan yang jauh, bahkan lintas generasi pastilah butuh ekstra motivasi. Pasalnya, konsep perencanaan asuransi tidak jatuh tempo dalam hitungan bulan, atau tahunan, melainkan puluhan tahun bahkan dekade.  Pekerjaan ini bukanlah mudah (semua yang luar biasa bagus memang tak datang dengan mudah), apalagi jika Anda tidak menggunakan hati nurani untuk menjalankannya. Diperlukan mental dan keinginan yang kokoh untuk bisa berbicara kepada orang lain tentang urusan puluhan tahun ke depan.

Tidak jarang klien yang kami bantu ingin menyerah dengan impian dan misi jangka panjang mereka. Ada kalanya mereka ingin berhenti saja memutuskan polis karena kebutuhan jangka pendek. Ada kalanya mereka menurunkan premi yang disetor karena ada masalah bisnis yang tak seperti diharapkan. Tapi sepanjang perjalanan kami terus menguatkan mereka. Bahkan saat kami sudah tidak mendapatkan lagi manfaat secara finansial dari tugas yang dikerjakan. Kami tetap memberikan penguatan untuk tidak menyerah dengan mimpi dan harapan masa depan yang sudah disusun.
Ketika klien medengar kabar ini itu seputar kesehatan, tidak jarang mereka meminta kami menjelaskan kembali apa saja manfaat yang mereka sudah miliki dan jika dibutuhkan. Dan setelah dijelaskan mereka merasa tenang dan terhindar dari kekhawatiran.

Salah satu klien yang sangat menyenangkan diajak berbicara, meninggal dunia padai usia 39 tahun karena kanker. Ia meninggalkan dua anak yang masih sekolah di taman kanak-kanak dan istri terkasih. Terlibat dalam pembayaran klaim dan membantu mepersiapan rencana dalam melewati masa-masa sulit memberikan pengalaman yang tak terlukiskan, yang tak akan aku dapat dalam pekerjaan lain. Janji yang dicairkan dari perencanaan itu, menjadi sebuah kenangan indah tentang seorang kekasih dan ayah yang sangat mencintai keluarganya. Aku ikut memastikan mimpi-mimpi mereka tidak padam, harapan tidak pupus dalam gelap.

Begitu menyentuh ke dasar kalbu, bahwa pekerjaan ini bisa membawaku menjadi bagian dar masa lalu dan masa depan mereka. Ketika sepasang kekasih muda baru menikah, dan hanya karena operasi kecil yang kelihatan sepele tapi tak kunjung pulih, sehingga pengobatan berlarut sampai biaya separuh harga apartemen mereka. Aku terlibat dan ikut melewati bulan yang terasa panjang, dari rumah sakit ke rumah sakit. Ketika pulih, mereka mengatakan, “terima kasih kak, sudah membantu kami punya polis”. Tak tertahan rasa haru dan syukur karena bisa membantu mereka ketika menghadapi hal yang tak diinginkan.

Berkarya dan Keluarga

Sekitar17 tahun lalu, aku banting stir ke pekerjaan ini hanya karena aku ingin tetap punya pekerjaan di fase membesarkan bayi-bayi kami. Kalau aku terus berkerja di bank, aku terikat dengan ketatnya jam kerja. Dan sebagai perempuan aku memilih filosofi kerja “dimulai dari rumah” (bukan kerja dari rumah). Ini berbeda. Dimulai dari rumah artinya aku mendahulukan keluarga baru pekerjaan. Tidak ada pemikiran untuk menjadi milyader atau top higher income atau berprestasi sampai jadi top agen dunia, sama sekali tidak ada.

Aku hanya ingin berkarya, membangun keluargaku dan tetap punya andil dalam keuangan keluarga sehingga bisa membantu bapak dan adik-adik. Itu saja. Pertemuanku dengan MDRT di Bangkok dan Denver 2006 adalah titik balik aku menemukan ARTI dari pekerjaan ini. Bahwa menjadi praktisi asuransi adalah misi membantu masyarakat, tepatnya melayani masyarakat. Dan di sana kami tidak pernah bicara uang sekalipun. Semua adalah misi, ide dan berbagi.

Belakangan ini makin banyak anak -anak muda masuk ke industri asuransi karena tergiur menjadi miliader. Banyak yang kecewa karena tingkat tantangan yang tak main-main apalagi ketika yang di janjikan tidak tercapai. Perusahaan asuransi dan praktisinya berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan dengan berlomba menawarkan berbagai metode sistem menarik. Bahkan mulai ada praktisi yang penasaran untuk mendapat income impian mencoba mengadopsi cara multi level dengan janji yang lebih fantastis sampai income yang masuk saat tidur.

Sebenarnya apapun cara yang dipilih itu adalah hak setiap praktisi dan perusahaan, selama yang utama tetap menjadi utama. Kecintaan dan komitmen kepada klien tetap menjadi misi utama.
MDRT adalah etika standard bagi para praktisi untuk tetap di jalur tujuan utama sebagai “pelayan masyarakat yang profesional dan beretika tinggi”.

Bukankah uang adalah motivasi orang banyak? Ada yang mengajukan pertanyaan ini kepadaku, Biarlah Mehdi Fakharzadeh, seorang anggota MDRT yang mencatat lebih dari US$ 27 juta premi dalam setahun (1997) dan terus melanjutkan prestasinya selama lebih dari 40 tahun menjawabnya.
“Kejujuran dan sungguh-sungguh melayani klien adalah cara kerja dan motivasi yang membawaku sampai usia 92 tahun masih menemui klien. Cintai pekerjaanmu, atau tinggalkan saja dan cari pekerjaan lain yang bisa Anda cintai," pesannya.

Kiranya tulisan ini mengetuk para praktisi asuransi untuk kembali kepada MISI. Dan biarlah masyarakat bisa memberikan kepercayaan lebih besar kepada sektor asuransi dengan melihat hidup praktisinya yang etik dan bersahaja. Uang terbuki bukan motivasi terbaik untuk menjalankan dengan benar praktek asuransi. Kepedulian harus jadi yang utama. “Money is like love; it kills slowly and painfully the one who with holds it, and enlivens the other who turns it on his fellow man," Kahlil Gibran.


*** Esra Manurung Maleakhi: Co Founder LKG Manulife, inspirator, Anggota MDRT seumur hidup, penulis buku best seller, dan pendiri Yayasan Maharani Kirana Pertiwi

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA