Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
produk asuransi jiwa unit link merupakan produk yang memadukan perlindungan asuransi dan investasi

produk asuransi jiwa unit link merupakan produk yang memadukan perlindungan asuransi dan investasi

Ini yang Perlu Diketahui, Sebelum Anda Membeli Produk Unit Link

Jumat, 12 Februari 2021 | 13:34 WIB
Windarto

Jakarta, Investor.id - Saat ini masih banyak orang yang membeli produk asuransi jiwa unit link karena tertarik dengan sisi investasi dan potensi imbal hasilnya. Hal ini membuat para nasabah hanya fokus memperhatikan pergerakan nilai unit investasinya, tanpa mengetahui cara kerja dan perhitungan investasi dari produk ini. Meski menonjol dalam memberikan manfaat investasi, unit link dasarnya tetap sebagai produk asuransi yang memberi manfaat utama perlindungan.

Financial Coach Philip Mulyana menyebut literasi asuransi yang belum maksimal sebagai salah satu penyebab kesalahpahaman di masyarakat terhadap cara kerja asuransi jiwa unit link. “Hal ini terkadang menimbulkan ketidaknyamanan bagi nasabah dan pada akhirnya membuat mereka merasa tidak diberikan informasi yang jelas oleh perusahaan asuransi,” ungkapnya.

Ditambahkan Meta Lakhsmi Permata Dewi, Head of Investment Communication & Fund Development, Allianz Life Indonesia, perlu diketahui juga bahwa unit link bukanlah produk saving plan. Unit link pada dasarnya menawarkan dua manfaat, yakni perlindungan dan investasi. “Pihak penyedia asuransi dan agen perlu memberikan edukasi ini kepada calon nasabahnya,” jelasnya.

Menurut Meta, seorang agen pun semestinya turut membantu calon nasabah untuk menyesuaikan profil risiko dengan dana investasi yang akan dipilih, memahami besaran uang pertanggungan yang cukup dengan mempertimbangkan biaya hidup untuk jangka waktu tertentu, dan memperhatikan utang atau cicilan serta dana untuk kebutuhan lainnya seperti pendidikan, pernikahan anak, dan seterusnya.

Seorang agen biasanya selain dibekali pengetahuan mengenai pemasaran produk serta tentang produk asuransi, banyak pula yang memiliki sertifikasi sebagai perencana keuangan (Financial Planner). Artinya, dalam menawarkan unit link, harus menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan calon nasabah tersebut.

Perlu diketahui, asuransi memiliki banyak varian, namun secara garis besar terbagi dua jenis yakni asuransi jiwa dan asuransi umum. Asuransi jiwa berkaitan dengan risiko hidup manusia, seperti kematian, kecelakaan, dan sakit. Sementara asuransi umum berhubungan dengan risiko di luar diri manusia, seperti harta benda, kendaraan, pengangkutan, perjalanan, dsb.

Nah, di dalam asuransi jiwa pun dikenal beberapa jenis produk asuransi, yakni asuransi jiwa berjangka (term life), asuransi sepanjang hidup (whole life), dan asuransi dwiguna (endowment), yang biasa disebut dengan produk tradisional, sementara satu lagi dinamakan unit link alias produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI).

Unit link memadukan unsur proteksi sebagai bisnis utama asuransi dengan manfaat investasi dalam satu produk. Dengan kata lain premi yang dibayarkan nasabah dialokasikan sebagian untuk biaya perlindungan (proteksi), dan sebagian lagi untuk investasi. Besaran proteksi dan investasi ditentukan sejak awal terjadinya kesepakatan antara pemegang polis dan penyedia asuransi.

Perlu diketahui pula oleh nasabah, berapa besar premi yang akan digunakan untuk membayar keperluan-keperluan akuisisi seperti biaya marketing, komisi agen, dan biaya operasional. Selain itu, perlu diketahui juga berapa dana yang akan dialokasikan untuk membayar biaya administrasi, asuransi, dan manfaat tambahan.

  • Unit link sebagai investasi

Ada dua konsep yang dikenal dalam alokasi premi pada unit link, yakni front end loading dan back end loading. Front end loading artinya semua biaya yang dikenakan, seperti administrasi, biaya akuisisi, fee investasi, dikenakan di awal. Hal ini yang menyebabkan nilai tunai investasi biasanya terlihat minim di awal-awal nasabah membayar premi unit link. Namun setelah biaya-biaya tersebut dipenuhi, pada tahun-tahun berikutnya semua premi yang masuk dialokasikan untuk investasi. Sementara konsep kedua sebaliknya, yakni semua premi yang masuk dialokasikan untuk penempatan investasi, namun pada akhir kontrak atau saat nasabah melakukan penarikan, biaya-biaya dikenakan di akhir. Masing-masing konsep memiliki plus minus, bergantung prioritas dan kebutuhan nasabah.

Bagaimana kinerja dana investasi ini? Dana investasi yang masuk pada unit link diinvestasikan oleh perusahaan asuransi melalui manajer investasi, dan manajer investasi inilah yang memilih jenis-jenis saham, obligasi, reksa dana, deposito, dsb, agar menghasilkan investasi yang optimal. Kinerja setiap fund bergantung kinerja pasar modal secara umum. Jadi pergerakan investasi unit link pun amat bergantung dari jenis fund yang dipilih nasabah sejak awal berdasarkan profil risiko masing-masing, apakah tipikal agresif, moderat, atau konservatif. Hal ini perlu dipahami agar tidak menimbulkan kecemasan manakala dana investasi pada produk unit link yang dimiliki tidak seperti yang diharapkan.
 

  • Unit link sebagai perlindungan (proteksi)

Sebagai salah satu jenis asuransi jiwa, unit link tentu memberikan perlindungan langsung sejak hari pertama nasabah bergabung sebagai pemegang polis aktif. Manfaat ini merupakan manfaat proteksi saat pemegang polis mengalami risiko besar seperti meninggal dunia, sakit kritis, cacat tetap, dan seterusnya. Dengan begitu, uang pertanggungan akan keluar dan diterima oleh tertanggung atau penerima manfaat yang sudah ditentukan sebelumnya ketika mendaftar.

Untuk alokasi dana proteksi, calon nasabah harus benar-benar memahami besaran uang pertanggungan (UP) untuk penerima manfaat. Besaran UP menentukan besaran premi yang akan dibayarkan selama masa berasuransi. Biasanya, ada beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan besaran UP seperti biaya hidup bulanan, utang atau cicilan yang dimiliki, dana khusus seperti pendidikan anak, dan sebagainya.

Perusahaan asuransi pun kerapkali menawarkan asuransi tambahan (riders) untuk mengoptimalkan perlindungan misalnya perlindungan dari risiko penyakit kritis. Hal ini perlu dipertimbangkan jika ada potensi terhadap risiko tersebut, namun perlu diperhatikan juga adanya tambahan dana untuk membayar premi.

Hal penting lainnya yang tak boleh luput dari perhatian adalah memahami informasi produk dengan sebaik-baiknya, termasuk mengetahui dengan jelas kebijakan alokasi dana investasi yang dicanangkan oleh perusahaan asuransi guna menghindari risiko terjadinya kesalahpahaman atau perselisihan dengan agen atau pihak penyedia jasa asuransi.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN