Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor memperhatikan pergerakan saham melalui layar di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta.  Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Investor memperhatikan pergerakan saham melalui layar di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Investasi Aman Kalau Pilih Saham Tidak Sembarangan

Listyorini, Senin, 20 Januari 2020 | 16:47 WIB

JAKARTA, Investor.id - Belakangan ini banyak pemberitaan terkait saham "gorengan". Saham-saham yang pergerakannya naik turun secara tajam tanpa didasari faktor-faktor yang kuat terkait aksi korporasi dan fundamental perusahaan seringkali membuat rugi para investor. Kasus Jiwasraya disebut-sebut juga disebabkan oleh kesalahan dalam memilih saham untuk investasinya.

Mengutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pasar modal sebenarnya tempat yang sangat tepat untuk mendapatkan passive income. Tapi harus disadari bahwa investasi dalam portfolio saham sifatnya adalah “High Risk, High Return”, jadi kemungkinan rugi  pasti ada dan kemungkinan dapat untung besar juga ada. Namun, jika kita mengerti cara berinvestasi, maka risiko tersebut bisa diminimalisasi.

Investor pemula atau investor awam yang belum berpengalaman pasti akan tergiur melihat kenaikan harga yang tinggi pada suatu saham. Tapi hati-hati, pergerakan atau kenaikannya tidak wajar, kemungkinan ada “permainan di belakangnya”.

Di bursa luar negeri, saham-saham seperti ini sering disebut sebagai penny stocks. Mengutip dari Investopedia.compenny stocks adalah saham-saham perusahaan kecil yang biasanya ditransaksikan dengan harga di bawah USD 5 per saham (di bawah Rp 70 ribu per saham). Saham-saham tersebut memiliki nilai kapitalisasi pasar yang kecil pula.

Di bursa New York, sebagian besar penny stocks ditransaksikan di pasar negosiasi (over the counter / OTC). Saham-saham yang demikian jumlahnya memang tidak banyak bila dibandingkan dengan jumlah total saham yang ada di bursa. Yang penting, sebelum berinvestasi lakukan persiapan yang matang.

Berikut beberapa ciri-ciri saham yang harus diwaspadai:

1. Terindikasi Unusual Market Activity(UMA) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

UMA adalah aktivitas perdagangan dan/atau pergerakan harga suatu Efek yang tidak biasa pada suatu kurun waktu tertentu yang menurut penilaian bursa dapat berpotensi mengganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien.

Pengumuman melalui UMA ini menjadi kesempatan investor untuk pikir-pikir dulu, karena diinformasikan bahwa ada pergerakan pada saham tersebut yang tidak wajar. Jika setelah terkena UMA saham itu terus bergerak liar, maka BEI langsung membekukan perdagangan saham tersebut sementara waktu atau suspensi.

Manajemen perusahaan juga diminta untuk melakukan public expose insidentil untuk menjelaskan fundamental perusahaan. Hal itu bisa cek di website BEI perusahaan mana saja yang terindikasi dan masuk daftar UMA.

2. Perubahan Volumenya Drastis

Saham-saham seperti yang disebutkan sebelumnya bisa tiba-tiba naik volume perdagangannya seolah saham perusahaannya banyak diburu, padahal biasanya sepi-sepi aja atau jarang diperdagangkan. Setelah naik lalu bisa turun drastis, pergerakannya sangat tidak wajar.

3. Tidak Didukung Fundamental Perusahaan

Naik turun volume perdagangan tadi tidak diimbangi dengan fundamental perusahaan. Misal, naiknya volume perdagangan biasanya dibarengi dengan peningkatan laba atau aksi korporasi yang berpengaruh positif bagi perusahaan.

Tips Memilih Saham untuk Investasi:

Agar tidak salah dalam memilih saham untuk berinvestasi, berikut tips nya.

1. Pahami investasi di pasar modal.

Sebelum membeli saham, ada baiknya melakukan penjajakan dulu. Banyak membaca buku atau tutorial tentang investasi saham, seperti literasi keuangan sehingga mengerti bertul tentang apa itu saham, apa itu berinvestasi, keuntungan yang bisa diperoleh, dan juga rikonya.

2. Mengacu pada Indeks.

Keberadaan indeks saham dapat membantu para investor untuk menentukan apakah mereka akan menjual, menahan atau membeli suatu atau beberapa saham. Karena untuk jenis indeks tertentu, telah melakukan seleksi ketat terhadap saham-saham berdasarkan ukuran kapitalisasi pasar dan likuiditasnya.

Indeks LQ45 adalah salah satu dari banyak jenis indeks yang ada di BEI yang bisa jadi acuan. Sesuai namanya indeks LQ45 hanya berisi 45 saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik. Tapi saham-saham perusahaan menengah atau yang akan listedjuga banyak juga yang menjanjikan, yang penting rajin-rajin menganalisa.

3. Lakukan Analisa

Dalam melakukan analisis saham ada dua jenis pendekatan yang bisa dipakai, yakni analisa fundamental dan analisa teknikal.

Analisa fundamental cocok untuk invesor yang ingin menerapkan strategi value investing. Prinsip dari analisis fundamental adalah membeli saham dengan fundamental baik pada harga yang wajar atau di bawah harga wajarnya. Apabila harga pasar jauh di atas harga wajar, maka investor bisa memutuskan untuk melepas saham tersebut. Investor dapat berinvestasi pada saham yang fundamentalnya baik dan berpotensi memberikan kenaikan tinggi dalam jangka panjang. Analisis teknikal berfungsi untuk memprediksi atau forecasting” harga saham di masa yang akan datang dengan menggunakan data historis seperti harga saham dan volume perdagangan.

Analisa teknikal digunakan untuk menganalisis pergerakan harga saham apakah harga saham ini akan melanjutkan kenaikan atau continuation”, atau harga saham akan berbalik arah atau reversal”.

4. Selalu Update

Pastikan kamu selalu memperbaharui pengetahuan terkait isu pasar yang dapat memengaruhi harga saham. Informasi-informasi ini misalnya pertumbuhan ekonomi, ekspor, impor, inflasi, hingga kebijakan-kebijakan yang dapat memengaruhi harga saham.

Mau investasi di mana saja yang penting selalu terapkan prinsip "2L", Legal dan Logis.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA