Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo, ketika memberikan pembekalan edukasi pada komunitas investor milenial yang tergabung dalam Expandana.

Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo, ketika memberikan pembekalan edukasi pada komunitas investor milenial yang tergabung dalam Expandana.

Investasi Saham Tak Cukup Hanya Bermodalkan Uang

Minggu, 11 Oktober 2020 | 11:29 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id - Pasar saham makin diminati oleh masyarakat,di tengah kehidupan new normal akibat pandemi Covid-19. Menariknya, kalangan milenial mulai tertarik dengan investasi ini, namun banyak di antaranya tidak dibekali pengetahuan yang cukup sehingga jual beli saham cenderung spekulatif.

Ketua LPEM Investasi, Hari Prabowo mengatakan bahwa sebelum terjun menjadi investor saham harus paham tentang pasar modal agar tidak terjebak dalam kerugian sebab pergerakan saham belakangan ini sangat volitile.

"Investasi saham tidak cukup hanya bermodalkan uang, tetapi harus dibekali pengetahuan tentang pasar modal," katanya dalam pelatihan bagi investor pemula yang diselenggarakan oleh Expandana bekerjasama dengan komunitas Investa, Sabtu (10/10/2020). Expandana adalah salah satu komunitas investor milenial.

Menurut dia, ada sejumlah hal yang dipersipkan untuk menjadi investor.

1. Dana/modal.

2. Manajemen keuangan.

3. Psikologis

4. Pengetahuan.

Menurut Hari Prabowo, analisa fundamental dan prospek emiten adalah salah satu bagian terpenting guna menentukan pilihan saham dalam investasi di bursa.

Analisa Fundamental adalah analisa kinerja perusahaan masa lalu yang sudah terjadi dan mendasarkan pada laporan keuangan. Sedangkan Prospek Emiten adalah analisa untuk memprediksi kinerja perusahaan masa yang akan datang dengan mendasarkan pada:
1. Kondisi perekonomian
2. Peraturan / kebijakan Pemerintah
3. Kinerja & rencana kerja
4. Aksi korporasi
5. Manajemen
6. Kondisi tertentu

Dengan demikian investor perlu mengetahui kinerja masa lalu melalui analisa fundamental dan prospek emiten sehingga bisa mendapatkan pilihan saham yang baik serta memprediksi harga saham pada waktu yang akan datang.

Strategi

Investor, kata Hari, harus membuat strategi dalam berinvestasi di pasar modal karena harga saham berfluktuatif setiap saat. "High risk high retun. Risiko terbesarnya adalah perusahaan bangkrut dan dilikuidasi," ujarnya.

Ia memberikan sembilan strategi dalam berinvestasi untuk menjadi bekal masuk ke pasar modal yang pergerakan sahamnya dipangaruhi banyak faktor.

1. Pantau kondisi makro.

2. Pantau kondisi bursa global dan regional.

3. Pantau fundamental dan prospek perusahaan.

4. Pantau informasi terbaru.

5. Perhatikan jika ada kebijakan baru dari pemerintah.

6. Pisahkan portfolio untuk trading dan investasi jangka panjang.

7. Pilih sektor dan saham-saham yang mempunyai prospek bagus ke depannya.

8. Jangan terlalu sering menggunakan fasilitas margin trading jangka pendek.

9. Harga saham itu relatif, jadi bukan paling utama karena yang terpenting adalah mengamankan dan mengembangkan aset portofolio.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN