Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Esra Manurung, Founder Yayasan Maharani Kirana Pertiwi, Penulis Buku Perempuan di Rumah Bercahaya Emas

Esra Manurung, Founder Yayasan Maharani Kirana Pertiwi, Penulis Buku Perempuan di Rumah Bercahaya Emas

Keajaiban di Balik Pandemi Covid-19

Oleh Esra Manurung, Rabu, 29 April 2020 | 19:32 WIB

JAKARTA, Investor.id - Terkesima melihat halaman bunga mulai bermekaran menyambut musim panas. Burung pipit bernyanyi riang siapkan sarang di teras rumah. Tak terpancing pandemik, mereka pamerkan hikmat semesta yang tidak di desain berkembang karena takut.

Semesta beroperasi dengan PRINSIP bukan keadaan. Musim bergantian ikuti giliran, galaksi berotasi ikuti aturan. Matahari, bulan, bintang takluk pada prinsip semesta. Pipit kecil tidak tertarik pada takut, kuatir atau buruk. Mereka hanya menarik ‘kebaikan’ dan keajaiban’ dari semesta yang tetap berfungsi bahkan saat manusia gemetar.

Menarik Keajaiban

Di awal karantika teman mengirim pesan, dia punya cicilan dan kewajiban utang, bagaimana hadapi situasi ini. Kami saling menguatkan, menarik keajaiban dari krisis. Kemudian dia berkabar, dia jual sambal dalam dua minggu ini sampai ke berbagai kota dan pulau. Siapa sangka sambalnya menghasilkan omset, income yang hebat.

Kehilangan orang yang dicinta, ini tentu berbeda. Ini penuh intervensi ilahi dan pengertian supranatural yang dalam. Tingkat energi manusia tertinggi adalah pencerahan.

Kebaikan yang dibawa semesta kepada keluarga ini adalah pencerahan yang dalam. Segelintir orang mendapatkannya,membawa kedewasaan, pengalaman khusus dan kebijaksaan dimensi istimewa. Doa, simpati mengalir ini, awal berbagai inspirasi

“Perubahan selalu datang bersama krisis dan peluang”, kupetik keajaiban di musim ini.

Kesempatan Introspeksi
Sudah jadi pribadi seperti apa aku sekarang, setelah semua yang dilalui? Apa reaksiku terhadap krisis kali ini? Apakah lebih kuat dari krisis sebelumnya? Jika krisis seperti ini bagaimana menghadapi lebih siap, secara mental, spiritual dan ekonomi. Ketrampilan apa yang sudah kubangun ? Bagaimana aku hargai kesehatanku?

Kesempatan Kembali ke Inti Semesta "Rumah"

Seharian, 24 jam bersama, pola komunikasi terkuak. Pertengkaran bisa terjadi, ini adalah ‘cermin’ isu yang selama ini tak sempat dibenahi. Kuatkan hati menerima, tidak menyerah dan melakukan perbaikan karena kita masih diberi waktu !

Merayu suami dan keluarga melakukan bersama, perempuan jagonya. Dia agen perubahan. Misi ini, mulianya, kodratnya sebagai penolong. Dia pastikan semua ada upahnya entah di masa hidup sekarang atau yang akan datang. Semua kebaikan ditabur akan dituainya lebih banyak (prinsip menabur dan menuai)

Rumah inti semesta, kita hidup, bekerja disembuhkan, berkembang didalamnya. Musim yang tak lazim ini musim benahi dunia kecil yang sesungguhnya. Hukum Promosi ‘mereka yang bisa mengurus yang kecil, dia akan dipercaya mengurus yang besar’ Promosi sudah menanti!

Bertemu Sang Khalik dalam Keheningan
Tanpa ritual yang tergantung kepada siapa pun, kita dituntun mencariNya dalam kesendirian. Diakhir hayat, kita pun sendirian juga menghadap kepada Dia. Sang MAHA HADIR, MAHA MENDENGAR, MAHA BAIK. Mengapa kuatir? Keheningan ini menawakan waktu mendengar suaraNya yang halus dan tergilas suara roda dua, roda empat yang pagi-pagi buta sudah harus menyala. Dia menanti di keheningan. Pada akhirnya semua hanyalah antara kau dan Tuhanmu (Mother Theresia)

Musim Hargai Tiap Rupiah
Kini hanya digunakan untuk makan, kebutuhan pokok. Tidak perlu kemewahan, tidak perlu makan berlebihan, tidak sembarang mengeluarkan uang. Ini memberi kebijakan mengelola uang. Hidup ini simpel. Gaya hidup, membuat bagi sebagian keluarga jadi mustahil menabung. Jika kita cukup dengan sandang pangan, biaya hidup tidak setinggi biasa. Gaya hiduplah yang mahal, biaya hidup tidak.

Kesempatan Bangun Jiwa Besar
Saat keadaan enak memberi bukan hal yang super. Tapi dalam keadaan sulit tetap memberi ini adalah hebat. Jika memberi kepada mereka yang tidak bisa membalas, inilah yang disebut kebesaran hati. Hati yang sanggup menerima lebih banyak lagi, itu tidak akan membunuh mereka.

Musim Hargai Waktu
Waktu sekali berlalu akan masuk dalam keabadian, tak seorang pun bisa memutar balik. Jika kita bisa memperbaiki ketrampilan mengatur waktu, inilah saatnya. Karena ruang gerak kita kecil di rumah, kita sangat bisa mengaturnya dengan jeli dan teliti.

Kembangkan time management dalam minggu/bulan ini. Ketika keadaan memungkinkan, kita memulai lagi di dunia dengan ruang gerak lebih luas dan kita jauh lebih mahir

Biarkan musim ajaib ini membawa keindahan ditarik gelombang yang dipancarkan dari pikiran perempuan dari rumahnya yang bercahaya emas.

#Esra Manurung, Founder Yayasan Maharani Kirana Pertiwi, Penulis Buku Perempuan di Rumah Bercahaya Emas

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN