Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo: Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal

Hari Prabowo: Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal

KOPI PAGI

Kiat Mencari Peluang Cuan Saat IHSG Tertekan

Senin, 25 Januari 2021 | 07:01 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id – Pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat mempengaruhi psikologis berdagangan. Jika IHSG sedang melemah, investor kurang bersemangat melakukan transaksi, sebaliknya jika bullish menimbulkan semangat untuk belanja.

 

Ketika IHSG tertekan, dan penurunan terjadi secara tajam, investor secara psikologis terpengaruh untuk ikut menjual portfolionya, bahkan seringkali menimbulkan kepanikan. Terkadang hal itu menimbulkan tindakan irasional karena investor terpengaruh ikut menjual saham tanpa terlebih dulu mempertimbangkan faktor fundamental atau teknikal.

Seperti kita ketahui ada saham yang sifatnya mudah terpengaruh mengikuti arah pergerakkan IHSG, namun juga ada yang tidak selalu searah dengan IHSG.

Jadi sebenarnya investor yang rasional bisa memanfaatkan mencari peluang mendapatkan "cuan" ketika IHSG mengami penurunan. Apalagi kalau penurunan IHSG terjadi karena koreksi sehat dan bukan karena sebab yang lebih penting.

Beberapa kiat untuk mencari peluang yang bisa dicermati antara lain:

1. Saham yang penurunan harganya secara fundamental sudah terlalu rendah dari nilai wajar / book value nya karena berpotensi naik kembali.

2. Saham yang mampu bertahan harganya dan tidak mengalami penurunan ketika IHSG tertekan turun, karena ketika IHSG balik arah saham ini biasanya akan naik lebih cepat dan tinggi.

3. Saham yang justru tetap naik harganya ketika IHSG mengalami penurunan (anomali) biasanya saham ini didukung prospek atau aksi korporasi emitennya.

Sebaiknya investor juga berusaha mengetahui kenapa IHSG turun dan sebaliknya, supaya bisa menentukan keputusan lebih lanjut atas portfolionya. Jadi peluang untuk mendapatkan cuan selalu ada kemungkinan walaupun IHSG dalam kondisi terkoreksi.

*** Hari Prabowo: Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN