Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dr S Benny Pasaribu, PhD (Ekonom Senior, mantan Ketua KPPU RI)

Dr S Benny Pasaribu, PhD (Ekonom Senior, mantan Ketua KPPU RI)

Lawan Covid-19, Perlu Fokus dan Kolaborasi

Phd/Oleh Dr S Benny Pasaribu, Minggu, 29 Maret 2020 | 19:13 WIB

JAKARTA, Investor.id - Kalau kita kaji secara mendalam, dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan kita sebagai warga Indonesia, maka sangat sulit menghentikan penyebaran virus corona (Covid-19), disingkat C 19.

Kenapa? Alasannya sangat banyak, di antaranya:

1. Sebagian besar masyarakat Indonesia mempunyai kesadaran terhadap kebersihan relatif sangat rendah.
2. Kepedulian, kedisiplinan, ketertiban, kerapian, dan pemahaman terhadap Covid-19 juga cukup rendah.
3. Tingkat keteledoran dan kecerobohan relatif tinggi.
4. Tingkat hubungan sosial dan kekeluargaan di kalangan masyarakat Indonesia sangat tinggi, sehingga sangat susah melarang kumpul-kumpul yang berpotensi sebagai sumber penyebaran virus corona.
5. Banyak masyarakat yang mempunyai mata pencaharian di sektor informal sehingga memaksa mereka harus keluar untuk mencari nafkah dengan mobilitas tinggi, seperti tukang ojek dan pedagang kaki lima,
6. Walau dihimbau pemerintah, tetap saja banyak orang diluar rumah.

Melihat kondisi di atas, untuk mengatasi C19 khususnya di Indonesia, menurut saya, sebaiknya lebih fokus dan melangkah secara kolaboratif dengan sasaran pokok untuk:

1. Memperkuat daya tahan tubuh/ imunitas/ antibodi. Virus akan dibunuh oleh antibodi jika kita punya imunitas yang kuat. Orang dengan daya tahan tubuh akan jauh lebih kuat melawan virus. Caranya beragam, seperti minum vitamin C dan E bisa dari buah2an, makanan bergizi, cukup istirahat, rajin berolahraga, dan sebagainya.
2. Mengisolasi orang-orang yang berisiko tinggi terhadap C19, yang bisa menyebabkan kematian penderitanya, seperti orang lanjut usia, pengidap penyakit komplikasi menahun, dan lainnya. Mereka inilah yang berhak mendapat perhatian/ pengawasan, isolasi, dan untuk dirawat di Rumah Sakit (RS).

Menurut saya, pemerintah perlu fokus pada target grupnya. Saya yakin tidak akan banyak korban mati akibat virus corona. Selain itu, biaya penanganannya juga hemat, dan Indonesia dapat segera bebas dari virus tersebut.

Saya perkirakan, jika penanganan Covid 19 fokus pada langkah-langkah di atas, maka masalah Covid-19 akan selesai setidaknya Mei 2020. Sebaliknya, jika kita sibuk mengurus semua yang terpapar, tanpa fokus memperhatikan daya tahan tubuh, maka yang terjadi maka selain anggaran biaya melonjak, warga tidak mampu lama diisolasi walau di rumah, warga bisa panik, bisa jadi amarah besar, krn mendengar jumlah korban meninggal terus meningkat.

Tidak mungkin semua bisa diurus Pemerintah karena keterbatasan sumberdaya. Cara seperti ini sangat BERBAHAYA..

Jangan sampai Rumah Sakit penuh orang-orang yang kuat imunitasnya. Sementara orang-orang yang berisiko tinggi harus menerima takdir, meninggal tanpabperawatan yang memadai. Sekali lagi BERBAHAYA.

Catatan kita bahwa selama ini tiap hari kita menhadapi risiko besar, misalnya polusi udara, lingkungan yang kotor, air minum dan makanan tidak hygienis, dan sebagainya. Tetapi pada dasarnya bisa kita lalui dengan korban minimal dengan daya tahan tubuh seadanya. Intinya, warga tidak panik.

Pemerintah Pusat tampak semakin mampu mengajak Pemda dan dunia usaha berkolaborasi menangani penyevaran virus ini. Tetapi di sana-sini masih kita saksikan adanya kurang sinkronan antara kebijakan dan pelaksanaannya di lapangan, termasuk penanganan bantuan pemerintah dan stimulus dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK )dan Kementerian Sosial (Kemensos).

Jika ditetapkan Karantina Wilayah, fokus dan kolaborasi tersebut sangat perlu diperhatikan.
Semoga usulan solusi ini bermanfaat.

*** Dr. S Benny Pasaribu, PhD (Ekonom Senior, mantan Ketua KPPU RI)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN