Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal.

KOPI PAGI

Manfaatkan Saham Lapis Bawah yang Makin Legit

Kamis, 24 Juni 2021 | 08:01 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id - Dalam sepekan terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih didominasi penurunan bahkan sempat di bawah 6000. Investor asing juga lebih getol jualan yang mengakibatkan saham-saham Blue Chips lebih banyak tertekan.

Namun tak perlu terlalu risau, karena investor asing dari sisi value saat ini hanya sekitar 30% dari perputaran transaksi saham yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI), investor lokal makin mendominasi transaksi.

Menariknya transaksi saham lapis dua dan tiga menjadi aktif dan ini menjadi kesukaan investor lokal. Jadi sekalipun IHSG turun, saham lapis dua dan tiga banyak juga yang harganya justru naik. Ada baiknya memanfaatkan saham lapis bawah yang makin legit untuk bertransaksi.

Investor tidak perlu panik atau galau menyikapi IHSG yang tertekan karena itu lebih digerakkan saham Blue Chip. Masih banyak saham "Mid Cap dan Small Cap" yang naik. Apalagi investor jangka pendek atau trader mempunyai prinsip, sepanjang masih terjadi fluktuasi harga saham, itu menjadi peluang untuk bisa trading mencari cuan harian.

Lihat saja kemarin saham berkode BRMS naik 16%, ISSP naik 8%, FREN naik 6% dan SMDR naik 8% ini terjadi dengan volume dan frekuensi yang cukup aktif. Selain itu ada 194 saham yang mengalami kenaikan harga kemarin.Nilai transaksi pasar mencapai Rp 11.9 triliun, di atas rerata harian.

Investor memang mesti gesit melihat siklus perpindahan baik dari kategori saham kapan mesti trading saham Blue Chip dan kapan saham lapis dua dan tiga. Demikian pula dari siklus sektoral selalu terjadi perpindahan antar sektor yang satu ke sektor yang lain dan ini semua dipengaruhi situasi yang terjadi.

Uniknya ada saham-saham yang justru bergerak naik ketika saham Blue Chip bergerak turun. Hal seperti ini tentu hanya bisa dirasakan dengan jam terbang dan pengalaman transaksi investor karena tidak ada dalam referensi di buku.

Sepertinya dalam jangka menengah situasi bursa masih sangat fluktuatif teutama pengaruh perkembangan pandemi di negara kita serta kinerja para emiten. Strategi trading menengah sepertinya lebih cocok digunakan untuk meraih cuan di bursa saham.

Saham-saham yang punya prospek kedepan atau berfundamental bagus namun harga sedang tertekan layak diperhatikan seperti BBTN, PSSI, BBKP, ADRO, LSIP, PWON, MAIN dan ELSA.

Happy trading and happy cuan.

*** Hari Prabowo: Ketua LP3M Investa dan pengamat pasar modal.
 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN