Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Masa Paceklik Bursa Saham

Hari Prabowo, Selasa, 11 Februari 2020 | 10:32 WIB

JAKARTA, Investor.id - Investasi di bursa saham bisa diibaratkan seperti menanam padi. Ada masa-masa panen raya, tetapi ada juga masa "paceklik". Bagi petani, musim paceklik adalah kondisi untuk menggambarkan bahwa tanaman yang sudah dengan susah payah ditanam ternyata tidak menghasilkan karena banyak faktor, salah satunya akibat musim kemarau panjang. Masa paceklik adalah masa-masa sangat susah bagi petani.

Saya merasa kondisi pasar modal di Indonesia saat ini mirip dengan masa paceklik bagi petani. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus turun dan sulit dipahami. Jujur, saya masih kesulitan memprediksi kondisi seperti ini sampai kapan akan berakhir karena hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda terjadi pembalikan arah menuju kondisi yang lebih baik. Ibarat petani, tanamannya terserang hama, ada hama penyakit, ada juga yang rusak dimakan tikus, sehingga sulit untuk mencari rejeki dari kondisi pasar yang tidak menentu.

Memang beberapa saham harganya sudah cukup murah, bahkan ada yang bisa dikatagorikan murah banget kalau diukur dari rasio-rasio keuangan. Pertanyaannya, kapan harga saham tersebut akan kembali naik? Nyatanya meski harganya sudah murah, masih saja turun.

Dalam investasi ini kita harus menghargai modal dan waktu sehingga kita butuh hasil yg memadai.
Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah menyadari risiko. Sementara ini saya melihatnya risiko itu masih cukup besar sehingga niatan untuk investasi masih belum bisa dilakukan secara maksimal.

Meskipun demikian, saya optimistis bahwa pasar modal akan tetap ada dan tumbuh di masa mendatang. Yang jelas ini butuh masa tunggu. Pengalaman panjang pernah saya alami, paling tidak saya sudah berkecimpung di bursa saham sejak 1991.

Dalam menyikapi kondisi saat ini, kita bisa memilih apa yang bisa kita lakukan antara lain;
1. Tinggalkan sementara bursa saham sampai kondisi normal kembali.
2. Cut loss portfolio saham-saham yang ada dan buy back kembali dengan harga yang lebih murah.
3. Mulai mengakumulasi dengan melakukan pembelian saham secara selektif pada harga yang murah secara bertahap dengan harapan harga akan naik jika kondisi bursa membaik.
4. Tetap trading pendek memanfaatkan fluktuasi harga beberapa saham yang ada.
5. Saatnya untuk menukar portfolio saham-saham dengan mencari saham-saham yang lebih prospektif.

Langkah-langkah tersebut tentunya sangat tergantung pada kemampuan dan karakter masing-masing investor karena masing-masing pasti berbeda dalam melakukan strategi investasi. Kita berharap semoga kondisi bursa cepat membaik dan masa paceklik segera berakhir.
 

*** Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA