Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi asuransi kesehatan (askes)

Ilustrasi asuransi kesehatan (askes)

Memiliki Asuransi Kesehatan Menjadi Lebih Penting di Masa Pandemi

Sabtu, 9 Januari 2021 | 21:27 WIB
Windarto

Jakarta, Investor.id – Pandemi Covid-19 membuat semua orang mengalami ketidakpastian akan kondisi kesehatannya, sebab virus tersebut dapat menyerang siapa saja dengan gejala yang berbeda-beda, bahkan tanpa gejala. Risiko terserang Covid-19 kian meningkat bila merujuk data jumlah yang dinyatakan positif. Per 9 Januari 2021, Data Satgas Covid-19 menyebut sebanyak 818.386 terkonfirmasi positif, 673.511 sembuh, dan 23.947 meninggal. Ada kecenderungan angka positif naik dari hari ke hari dan sempat tembus angka 10 ribu jumlah positif dalam sehari.

Risiko kematian akibat Covid-19 tersebut bukan satu-satunya kekhawatiran bagi banyak orang. Ada kekhawatiran lain yang juga dinilai sebagai risiko yang ditakutkan, yakni biaya pengobatan yang besar bila terkena virus tersebut, karena harus menjalani perawatan intensif, biaya rawat inap, obat-obatan, dan tindakan medis lain. Hal ini tentu menjadi pikiran sebagian masyarakat.

Menurut survei di sembilan provinsi di Indonesia, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany menyebut rata-rata biaya perawatan seorang pasien Covid-19 bisa mencapai Rp 184 juta untuk waktu perawatan rata-rata 16 hari dan paling tinggi bisa mencapai Rp 446 juta. Kisaran biaya tersebut tentunya juga tergantung dari kondisi pasien, tingkat keseriusannya serta penanganan medis yang diperlukan.

Kendati perawatan pasien Covid-19 memang ditanggung oleh pemerintah melalui prosedur yang sudah ditetapkan. Namun, bahaya dan ketidakpastian situasi selama pandemi ini, ditambah dengan dampaknya terhadap ekonomi, mengharuskan setiap orang untuk memiliki persiapan lebih guna melindungi dirinya sendiri maupun keluarganya, salah satunya adalah dengan memilki perlindungan asuransi. Memiliki asuransi akan sangat meringankan biaya pengobatan, terlebih lagi di masa sensitif seperti sekarang ini.

Apa yang dialami sosok pelari sekaligus Co-Founder Komunitas Pelari IndoRunners Yasha Chatab mungkin bisa dijadikan contoh. Ia mengalami demam selama seminggu berturut-turut dan akhirnya dinyatakan positif pada September lalu. Awalnya, Yasha mencoba untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, keesokan harinya kondisi tubuhnya semakin melemah dan saturasi oksigennya pun mulai menurun, sehingga dilarikan ke rumah sakit.

“Semua terjadi dengan cepat. Bahkan saat itu saya belum sempat betul-betul memproses, kok saya bisa kena, ya? Padahal, saya sudah berusaha menjaga diri dengan melakukan olahraga di rumah sejak PSBB, selalu menggunakan masker dan menjaga higenitas, tidak memiliki riwayat penyakit penyerta, tidak melakukan kegiatan di keramaian atau kumpul-kumpul, dan mobilitas harian pun saya lakukan dengan menggunakan mobil pribadi,” Yasha mengisahkan.

Hal ini mengingatkan kita bahwa COVID-19 tidak pandang bulu. Bahkan pelari maupun olahragawan muda dengan kondisi fisik yang segar bugar dan selalu menjaga protokol kesehatan pun tidak luput dari risikonya.

“Sebelum dirawat, saya perlu menjalankan serangkaian tes dan penanganan medis seperti rontgen, perawatan di UGD, mengonsumsi obat-obatan serta vitamin, dan seterusnya. Jadi, dari awal sudah ada biaya-biaya yang dikeluarkan,” tambahnya. “Kemudian saya dirawat inap selama 17 hari, dengan total biaya termasuk kamar, penanganan medis, obat-obatan dan sebagainya yang mencapai Rp 232 juta. Angka yang sangat mengejutkan!”

Yasha merasa beruntung memiliki asuransi dari Allianz, dan agen asuransi tersebut cekatan dan sabar dalam membantu mengurus proses administrasi hingga klaim. Alhasil, seluruh biaya pengobatan dari awal hingga akhir ditanggung sepenuhnya oleh asuransi kesehatan Allianz yang dia miliki. “Ini betul-betul membuktikan betapa besar manfaat perlindungan asuransi di kala pandemi. Boleh takut sama virusnya, tapi biaya pengobatannya juga sangat menakutkan, lho. Saat ini saya fokus pada kondisi fisik tanpa mengkhawatirkan kondisi keuangan karena semua biayanya ditanggung,” jelas Yasha.

Dapat dibayangkan bila dalam kondisi pandemi, saat ekonomi juga sulit, terus kita harus dibebani biaya berobat hingga ratusan juta, tentu jadi beban pikiran yang bisa jadi malah menurunkan kesehatan dan muncul penyakit baru yang diderita.

 

Menurut Sukarno, Head of Health Product Marketing, Allianz Life Indonesia, ada beberapa manfaat utama dari memiliki perlindungan asuransi di masa pandemi antara lain:

  1. Melindungi diri sendiri dan keluarga

Memiliki perlindungan asuransi adalah bukti kecintaan terhadap keluarga. Di masa pandemi COVID-19, siapapun memiliki risiko tertular virus Corona dan dapat memerlukan perawatan. Dengan memiliki perlindungan asuransi, kita tidak perlu pusing dan khawatir memikirkan biaya pemeriksaan, pengobatan, dan perawatan.

  1. Menghindari masalah finansial akibat sakit

Pandemi COVID-19 menimbulkan dampak yang cukup besar pada kondisi perekonomian secara umum. Tidak sedikit orang yang mengalami penurunan pendapatan yang drastis atau bahkan kehilangan pekerjaan. Bayangkan apabila terjangkit COVID-19 di tengah-tengah kondisi seperti itu, sementara memerlukan biaya perawatan yang sangat tinggi. Tanpa perlindungan asuransi, bukannya tidak mungkin kita dapat terjerumus dalam masalah keuangan yang lebih pelik.

  1. Mengurangi stres

Kekhawatiran akan risiko terpapar virus Corona serta memikirkan biaya perawatan yang sangat tinggi apabila terkena COVID-19 dapat mengakibatkan stres yang berlebihan. Ini bukanlah hal yang baik, sebab stres justru bisa memicu beragam penyakit lainnya. Memiliki perlindungan asuransi setidaknya dapat mengurangi kekhawatiran tersebut. Dengan begitu, kita bisa terhindar dari stres yang muncul akibat rasa waswas dan khawatir.

  1. Membangun kedisiplinan dalam mengatur keuangan

Dengan memiliki perlindungan asuransi, kita akan cenderung lebih disiplin dalam mengelola keuangan karena adanya dorongan untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk memenuhi premi asuransi setiap bulannya. Dengan begitu dapat menjaga kita dari kebiasaan menggunakan uang secara sia-sia.

Sukarno mengingatkan, saat memilih perlindungan asuransi, sangatlah penting untuk terlebih dahulu mempertimbangkan apakah biaya yang harus dibayar secara berkala sesuai dengan pendapatan dan perhatikan cara pembayarannya. “Selain itu, cermati apa saja manfaat yang diperoleh, pengobatan atau perawatan apa saja yang dijamin, serta bagaimana penggunaan dan cara klaimnya. Pastikan semuanya memudahkan kita sebagai Nasabah,” tutupnya.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN