Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan. Foto: SP/Ruht Semiono

Foto ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan. Foto: SP/Ruht Semiono

Mengenal Istilah Suspensi Saham

Listyorini, Kamis, 12 Desember 2019 | 15:22 WIB

JAKARTA, Investor.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak segan-segan menghentikan perdagangan (suspensi) terhadap sejumlah saham yang dianggap tidak wajar. Banyak investor yang kaget dan tidak terlalu paham terkait suspensi saham.

Suspensi saham adalah saham yang dihentikan sementara perdagangannya oleh otoritas bursa, dalam hal ini BEI, pada kurun waktu tertentu sehingga investor tidak bisa membeli maupun menjual saham sampai ada pemberitahuan pencabutan suspensi.Suspensi adalah bentuk sanksi BEI kepada emiten. Sebenarnya suspensi merupakan hukuman/sanksi nomor 4  kepada emiten yang menjadi anggota bursa.

Urutan sanksi yang diberikan BEI kepada emiten sebagai berikut:

1.Denda maksimal Rp 500 juta.

2. Teguran tertulis.

3. Peringatan tertulis.

4. Larangan sementara bagi emiten untuk memperdagangkan sahamnya di bursa alias suspensi.

5. Pencabutan keanggotaan bursa /delisting.

Beberapa pelanggaran umum yang sering terjadi sehingga saham tersebut di-suspend, antara lain:

1. Unusual Market Activy (UMA). Merupakan kegiatan perdagangan di luar kebiasaan misalnya harga saham melonjak  / merosot tajam dalam seminggu. Tetapi jika peningkatan aktivitas bukan karena rekayasa maka akan segera dapat diperdagangkan lagi. Suspensi dilakukkan karena BEI ingin memberi perlindungan pada investor.

2. Kesalahan dalam pencatatan laporan keuangan.

3. Adanya perbedaan antara pengumuman corporate action dengan kejadian yang sebenarnya.

4.  Gagal membayar utang atau obligasi

5. Penyalahgunaan dana yang didapat dari IPO.

6. Insider trading ( menggoreng saham).

Biasanya BEI tidak langsung menjatuhkan sanksi kepada emiten. BEI akan mengevaluasi dan memberi kesempatan kepada emiten untuk memberikan pembelaan sebelum diberi sanksi sehingga akan timbul keadilan dalam memutuskan sanksi.

Beberapa kriteria saham yang mudah mendapatkan sanksi suspensi, yaitu:

1. Harganya murah atau sangat murah. Saham murah misalnya harga Rp 100 jika terjadi kenaikan Rp 80 maka telah terjadi kenaikan 80% maka terkena UMA atau suspensi.

2. Sahamnya jarang diperdagangkan alias tidak likuid atau saham tidur.

3. Kinerja perusahaan buruk atau bahkan banyak utang

4. Aset dan kapitalisasi pasar perusahaan kecil sehingga mudah terkena UMA atau suspensi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA