Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Kresna Graha Investama Tbk Michael Steven (tengah) bersama Jajaran Direksi dan Komisaris menekan tombol pembukaan bursa saat acara KRENs 17th Anniversary of Listing on the Indonesia Stock Exchange di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, belum lama ini. Foto: BeritasatuPhoto/Utha AR

Direktur Utama PT Kresna Graha Investama Tbk Michael Steven (tengah) bersama Jajaran Direksi dan Komisaris menekan tombol pembukaan bursa saat acara KRENs 17th Anniversary of Listing on the Indonesia Stock Exchange di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, belum lama ini. Foto: BeritasatuPhoto/Utha AR

Mengenal Perusahaan Sekuritas dan Manajer Investasi

Listyorini, Rabu, 14 Agustus 2019 | 14:24 WIB

Jakarta, investor,id – Investasi dalam bentuk portfolio, seperti saham dan obligasi, menjadi salah satu alternatif investasi yang perlu diperhitungkan. Ketertarikan masyarakat untuk membeli saham dan obligasi makin tinggi karena potensi gain yang cukup menjanjikan, meskipun ada risikonya.

Banyak produk investasi di pasar modal di antaranya saham, obligasi, sukuk, dan reksa dana. Untuk bisa berinvestasi saham maupun obligasi di pasar modal, harus melalui perantara Perusahaan Efek.

Mengutip dari lama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan efek adalah pihak yang telah mendapatkan izin dari OJK untuk melakukan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek (Broker-Dealer), Penjamin Emisi Efek (Underwriter), dan Manajer Investasi. Suatu Perusahaan Efek dapat melakukan salah satu kegiatan usaha tersebut, tetapi dapat juga melakukan ketiganya bersamaan. Hal tersebut tergantung dari kemampuan permodalan dan kesiapan sumberdaya perusahaan tersebut.

Perusahaan Efek di Indonesia dibagi menjadi dua jenis, yaitu Perusahaan Sekuritas dan Manajer Investasi. Perusahaan Sekuritas sendiri adalah perusahaan yang telah mendapat izin usaha dari OJK untuk dapat melakukan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek, atau kegiatan lain yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pengawas Pasar Modal.

Kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas yaitu:

1. Perantara Pedagang Efek (Broker-Dealer)

a. Melakukan kegiatan jual beli Efek (surat berharga) untuk kepentingan sendiri atau pihak lain.

b. Jual-beli Efek seperti saham dan obligasi dapat dilakukan di Bursa Efek atau melalui transaksi di luar bursa (transaksi Cver-the-Counter/OTC).

2. Penjamin Emisi Efek (Underwriter)
a. Membantu calon Emiten (perusahaan terbuka) dalam melaksanakan Penawaran Umum Saham (Initial Public Offering/IPO), dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa Efek yang tidak terjual.
b. Istilah Penawaran Umum Saham juga dikenal masyarakat dengan nama go public.
Untuk membeli saham, kita harus membuka rekening saham melalui perusahaan sekuritas yang telah memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Efek dari OJK.

Sementara itu, Manajer Investasi adalah perusahaan yang telah mendapat izin usaha dari OJK untuk melakukan kegiatan usaha Manajer Investasi. Saat ini, Manajer Investasi lebih dikenal sebagai perusahaan yang mengelola portofolio reksa dana yang merupakan kumpulan dana dari masyarakat.

Manajer Investasi melakukan kegiatan usaha yaitu:
1. Pengelolaan portofolio efek nasabah tertentu berdasarkan perjanjian pengelolaan dana yang bersifat bilateral dan individual yang disusun sesuai peraturan Pengawas Pasar Modal.
2. Pengelolaan portofolio investasi kolektif untuk kepentingan sekelompok nasabah melalui wadah produk-produk yang diatur dalam peraturan Pengawas Pasar Modal.
3. Kegiatan lainnya yang sesuai dengan ketentuan Pengawas Pasar Modal.

Profesi Perusahaan Efek
Calon investor juga perlu Setelah mengenal profesi-profesi di Perusahaan Efek. Orang perseorangan yang melakukan kegiatan (bekerja) di Perusahaan Efek wajib memiliki izin perorangan sebagai Wakil Perusahaan Efek (WPE). Adapun izin perorangan pada Perusahaan Efek yaitu Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE), Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE), dan Wakil Manajer Investasi (WMI).

Untuk mendapatkan izin tersebut dari OJK, pesyaratannya harus lulus ujian yang diselenggarakan oleh Panitia Standar Profesi. Tanda kelulusan tersebut menjadi dasar penilaian atas permohonan izin yang diajukan ke OJK.

1.  Wakil Perantara Pedagang Efek (Broker/Dealer)
WPPE adalah orang perseorangan yang bertindak mewakili kepentingan Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek. Untuk dapat menjalankan profesi sebagai broker, seseorang harus memperoleh izin Wakil Perantara Pedagang Efek dari OJK.

2.  Wakil Penjamin Emisi Efek (Underwriter)
WPEE adalah orang perseorangan yang membantu mempersiapkan perusahaan yang ingin melakukan IPO agar perusahaan yang dibantunya itu dapat menjual efeknya kepada masyarakat umum.
Underwriter memiliki kekhususan tersendiri dalam melaksanakan fungsinya. Bagi pihak yang mempunyai izin WPEE ini diperbolehkan melakukan kegiatan sebagai WPPE, namun tidak berlaku sebaliknya.

3. Wakil Manajer Investasi
WMI merupakan orang perseorangan yang bertindak mewakili kepentingan perusahaan efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai manajer investasi. Seseorang yang bertindak sebagai manajer investasi harus memiliki izin WMI dari OJK.

Bagi calon investor diharapkan cermat dalam memilih perusahaan efek tempat membuka rekening efek agar investasi kita dapat memberikan hasil yang maksimal.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN