Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie

Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie

Menghadapi Ketidakpastian Hidup di Masa Pandemi

Sabtu, 5 Desember 2020 | 10:28 WIB
Windarto

Jakarta, Investor.id – Pandemi Covid-19 tidak sekadar 'bencana' kesehatan bagi manusia di muka bumi, juga bencana ekonomi. Padahal, kendati virus sudah ditemukan dan diperkirakan mulai diproduksi pada 2021, prediksi kapan berakhirnya pandemi belum bisa dipastikan. Ironinya, justru setelah sembilan bulan berlangsung, jumlah suspect Covid-19 terus meningkat dan mencatatkan rekor baru.

Chief Agency Officer Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) Jeffrey Kie mengatakan, pandemi memberikan dampak secara langsung dan tidak langsung kepada berbagai sektor. Ia mencontohkan, banyak orang yang kehilangan pekerjaan dalam arti sepenuhnya (PHK) atau sebagian (dirumahkan). Hal ini imbas dari perusahaan-perusahaan atau pemilik bisnis yang gulung tikar. Alhasil tingkat kerugian akibat pandemi ini terbilang tinggi.

 

Jeffrey mengutip hasil Survei Manulife Asia Care 2020 yang menyebutkan beberapa perubahan pola hidup masyarakat Indonesia selama pandemi berlangsung. Di antaranya orang lebih cenderung memilih gaya hidup sehat, penggunaan digital untuk berbagai kebutuhan transaksi yang meningkat, serta kecenderungan orang untuk membeli polis asuransi. “Di dalam ketidakpastian, kita butuh kepastian, yakni proteksi,” tutur Jeffrey dalam Gathering Media Manulife Indonesia secara virtual (1/12).

 

Penting mengantisipasi risiko ketidakpastian hidup yang sedang berlangsung saat ini. Bagaimana caranya? Menurut Jeffrey ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

 

1. Siapkan dana darurat

Pada saat seperti ini dana darurat menjadi hal yang krusial untuk menopang risiko keuangan, terutama bagi yang terimbas masalah pekerjaan dan bisnis. Secara umum buat yang masih lajang setidaknya memiliki enam kali pengeluaran bulanan, dan untuk yang sudah berkeluarga 12 kali pengeluaran bulanan.

2. Siapkan perlindungan asuransi

Cara ini untuk melindungi risiko keuangan atas berbagai risiko yang bisa terjadi, seperti kecelakaan, sakit, kerugian material (harta benda), bahkan kematian. Di tengah ekonomi yang sedang sulit, ketika tertimpa musibah bukan saja akan mengurangi peluang mendapatkan income, bahkan bisa kehilangan dana tabungan atau dana darurat yang sudah dikumpulkan dengan susah payah. Dengan mekanisme asuransi, risiko keuangan yang timbul tersebut akan ditanggung perusahaan asuransi.

3. Mengelola uang belanja secara bijak

Dari income yang diperoleh tiap bulan, belanjakan sisanya setelah menyisihkan dana untuk tabungan, dana darurat, asuransi dan investasi. Sebaiknya menghindari utang, kecuali utang produktif dan itu pun tidak lebih dari 30% dari pengeluaran bulanan. Belilah sesuatu yang memang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Bagaimana membedakan kebutuhan dan keinginan? Menurut Jeffrey, tunda saja selama tiga hari ketika Anda akan membeli sesuatu. Jika setelah tiga hari semua baik-baik saja, berarti hal itu hanya sebatas keinginan.

4. Ciptakan sumber income baru

Hal ini untuk skenario terburuk jika seseorang terkena PHK. Karenanya, bisa saja sebelum terkena PHK untuk mulai mencari peluang dengan berdagang misalnya, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk promosi dan pemasaran. Cara lain dengan memanfaatkan keahlian yang selama ini dimiliki, misalnya sebagai penulis lepas untuk mengisi konten kreatif, dsb. Alternatif lain, bisa juga menjajaki karier sebagai agen asuransi. Dikatakan Jeffrey, selama masa pandemi jumlah rekrutmen agen di Manulife Indonesia meningkat 26%.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN