Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal

KOPI PAGI

Menjelang Libur Panjang: Buy or Sell?

Listyorini, Rabu, 20 Mei 2020 | 07:01 WIB

JAKARTA, Investor.id - Perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta (BEI) akan libur mulai tanggal 21 - 25 Mei 2020 dan baru aktif kembali tanggal 26 Mei. Apa yang dilakukan para investor, buy or sell ?

Ada fenomena yang menarik untuk dicermati, dimana menjelang libur panjang biasanya IHSG cenderung turun? Kenapa? Apakah polanya pasti seperti itu?

Seperti kita ketahui bahwa investor saham paling tidak suka dengan faktor "ketidak pastian". Selama masa libur bursa, kita tidak tau apa yang akan terjadi sehingga semakin lama waktu menunggu semakin besar ketidak pastian itu.

Hal itulah yang mendasari investor biasanya memilih pegang uang tunai (cash ) dulu dari pada pegang portofolio, salah satunya saham, untuk menghindari ketidak pastian itu.

Kondisi ini bisa kita lihat dari jangka waktu surat utang / obligasi, dimana semakin panjang jangka waktu obligasi maka bunganya lebih tinggi dibanding jangka waktu lebih pendek. Salah satu faktornya adalah obligasi jangka panjang dianggap mengandung risiko yang lebih besar.

Persepsi sebagian investor memang seperti itu sehingga menjelang libur panjang banyak investor yang melakukan penjualan dibanding pembelian, dan akibatnya harga saham cenderung banyak yang turun.

Hal ini sebenarnya juga aneh karena investasi dalam bentuk portofolio saham mempunyai karakter yang berdekatan dengan faktor ketidakpastian, kapan dan apa saja bisa terjadi. Banyak hal-hal yang tidak disangka bisa terjadi, sebaliknya yang diharapkan dengan optimis bisa saja tidak sesuai harapan. Itulah memang karakter investasi ini disini sehingga karena resikonya besar maka dihargai dengan return atau hasil yang didapat juga bisa tinggi.

Jadi apakah hari ini IHSG bakalan turun? Tentu bukan sesuatu yang mudah ditebak, semua tergantung karakter masing-masing investor dalam menyikapi libur panjang ini.

Bisa jadi sebagian investor mungkin melihat bahwa selama liburan akan aman-aman saja baik faktor internal maupun eksternal serta menganggap harga saham saat ini sudah murah sehingga agresif berbelanja saham buat masa depan, khususnya investor jangka panjang. Hal ini akan berbanding terbalik dengan investor yang ingin menghindari ketidakpastian selama liburan.

Kembali hukum "permintaan dan penawaran" yang mentukan apakan harga akan naik atau turun dan pada akhirnya mempengaruhi IHSG hari ini.

Terlepas dari itu, pada perdagangan kemarin, bank papan atas BBRI BBNI dan BMRI kurva pergerakan harganya mengalami pembalikan arah dan harganya menguat signifikan seakan membalas tekanan yang terjadi hari-hari sebelumnya.

Seperti saya ulas dikopi pagi sebelumnya bahwa secara fundamental harga saham sektor perbankan sudah sangat murah, namun tidak bisa kita pungkiri bahwa bank sedang mengalami problem serius dengan program restrukturisasi kredit akibat pandemi Covid-19.

Saya memperkirakan, saham bank papan atas seperti BBRI, BBNI, BMRI, dan BBCA masih akan jadi motor penggerak arah IHSG hari ini.

Kini tergantung Anda masing-masing, mau memilih belanja saham sekarang mumpung harganya relatif murah atau ambil cash dulu menghindari ketidak pastian.

* Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN