Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Investor mengamati pergerakan harga saham di Jakarta, baru-baru ini. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Ilustrasi: Investor mengamati pergerakan harga saham di Jakarta, baru-baru ini. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Musim Berburu Dividen

Sabtu, 25 Juli 2020 | 07:40 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Karakteristik investor saham memang berbeda-beda. Ada investor jangka pendek (trader) yang lebih mengutamakan pencarian cuan dari capital gain (selisih dari jual beli saham), tetapi juga banyak investor jangka panjang yang lebih mementingkan masalah dividen.

Bulan Juni dan Juli adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh investor jangka panjang karena bulan-bulan tersebut emiten menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk melaporkan kinerjanya, termasuk kebijakan terkait pembagian dividen.

Tidak semua emiten membagikan dividen dalam jumlah terlalu besar, tetapi banyak juga yang memberi dividen sangat menarik sebagai rasa terima kasih kepada para pemegang saham, bahkan terkadang dividen yield emiten ada yang lebih besar dari bunga deposito.

Salah satu investor jangka panjang yang sudah melegenda adalah Lo Kheng Hong, yang dianggap sebagai Warren Buffetnya Indonesia. Ia bisa mendapatkan dividen belasan miliar per tahun dari saham-saham yang dipegangnya.

Untuk itu, investor perlu tahu apa sebenarnya dividen dan bagaimana mekanisme pembagiannya.

Dividen pada dasarnya adalah pembagian keuntungan (profit sharing) yang diterima oleh investor saham atas kinerja perusahaan dari saham yang dipegangnya.

Apabila sebuah perusahaan mendapat laba dalam satu periode tertentu (biasanya dalam waktu 1 tahun), para pemegang saham berhak mendapatkan sebagian keuntungan tersebut sesuai dengan porsi kepemilikannya.

Pembagian dividen ditentukan oleh manajemen perusahaan, yang harus disetujui oleh para pemegang saham di Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Bentuk Dividen:

Dividen tidak selalu diberikan dalam bentuk yang tunai, tetapi juga bisa diberikan dalam bentuk saham.

Istilah dalam Dividen

Setelah RUPST, investor perlu memperhatiakn jadwal dan proses pembagian dividen. Mengingat sebagian investor retail bertransaksi di pasar reguler, maka perlu diperhatiakn tanggal yang berlaku di pasar reguler tersebut.

1. Cum Date:

Cum Date adalah tanggal yang digunakan sebagai batas pemegang saham berhak untuk mendapatkan dividen. Misalnya, ditetapkan cum date diividen tanggal 23 Juli, maka investor yang masih tercatat sebagai pemegang saham perusahaan pada tanggal tersebut berhak mendapatkan dividen.

2. Ex Date:

Ex Date adalah tanggal dimana pemegang saham sudah tidak lagi berhak menerima dividen yang akan dibagikan. Dari contoh di atas, investor yang membeli saham setelah tanggal 23 Juli, tidak berhak mendapatkan dividen.

Umumnya, harga saham akan naik menjelang cum date karena investor pemburu dividen akan mengakumulasi saham tersebut, dan kemudian terkoreksi saat ex date karena investor sudah tidak berhak mendapatkan dividen.

3. Payment Date

Payment Date adalah tanggal dimana dividen tersebut akan ditransfer ke rekening investor. Uang sejumlah dividen yang berhak kita terima akan ditransfer langsung ke rekening dana investor yang uangnya bisa kita tarik kapan saja atau bahkan bisa dibelikan saham lagi.

Biasanya, pihak sekuritas juga akan mengirimkan e-mail pemberitahuan sekaligus detil penghitungan dividen kepada masing-masing investor.

Ratio Dividen

Investor perlu memperhatikan ratio penghitungan besaran dividen:

1. Dividend Payout Ratio (DPR), porsi dividen yang akan dibayarkan yang diambil dari laba bersih perusahaan pada tahun berjalan.

Contoh: Laba bersih perusahaan tahun lalu sebesar Rp100 miliar, dan manajemen berpendapat untuk membagikan sebesar Rp 50 miliar sebagai dividen, ini berarti DPR-nya adalah 50%.

2. Retained Earnings, laba yang tidak dibagi, merupakan sebagian atau keseluruhan laba yang diperoleh perusahaan yang tidak dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Jumlah laba yang tidak dibagi ini dapat digunakan oleh perusahaan untuk tambahan modal atau untuk memperbesar modal perusahaan.

3. Dividend Per Share (DPS), angka final yang bisa menjadi patokan dalam menghitung dividen yang akan anda terima. Dengan demikian, DPS ini dapat dihitungkan dengan cara membagikan dividen perusahaan dengan jumlah total lembar saham yang beredar.

4. Dividend yield adalah dividen per saham dibagi harga pasar saham.Secara sederhana dividend yield adalah tingkat keuntungan yang diberikan oleh perusahaan tersebut.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN