Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA , dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA , dan pengamat pasar modal.

KOPI MINGGU PAGI

Prospek Saham Pekan Depan

Oleh Hari Prabowo, Minggu, 5 April 2020 | 09:47 WIB

JAKARTA, Investor.id - Secara mingguan IHSG naik 1,71%, namun secara bulanan masih melemah 18%, dan secara year to date (YTD) juga minus 26.61%. Sampai saat ini memang masih sulit menduga-duga sampai kapan kondisi yang mengenaskan ini bisa kembali normal.

Kalau investor membeli saham pada awal tahun bahkan dua bulan yang lalu, bisa diperkirakan nilai portfolionya rata-rata masih minus karena semua sektor mengalami tekanan. Saham Blue Chip yang biasa dipakai sebagai unggulan, tak terkecuali juga masih minus antara 30% sampai dengan 50% secara YTD dari awal tahun 2020 ini.

Kini bukan saatnya mengeluh yang tidak ada artinya, tetapi mengambil hikmahmya sekaligus berusaha mengatasi portfolio masing-masing dengan menerapkan strategi yang memungkinkan, yakni trading di harga bawah sehingga berharap mendapatkan "gain", setidaknya memperkecil "loss" portfolio secara keseluruhan.

Mungkin lebih beruntung jika investor baru mulai investasi saat ini, karena mereka masuk bursa dengan harga yang rendah. Dengan demikian ratio kemungkinan mendapatkan return lebih besar dari risikonya.

Saya amati beberapa investor yang membeli saham dalam pekan kemarin sampai akhir pekan sudah mendapatkan "potential gain" yang cukup lumayan.
Saya mengambil contoh untuk saham-saham sektor konstruksi dan infrastruktur seperti WSKT, WIKA, PTPP, ADHI serta saham perbankan papan atas seperti BBNI BMRI BBCA BBTN.

Lantas bagaimana prediksi bursa pekan depan antara tgl6 April sd 9 April 2020?
Hal yang negatif adalah indeks DOW minus 1,6% demikian pula indeks utama bursa Eropa yang rata-rata juga turun 1%. Para investor umumnya sangat mempertimbangkan indeks bursa tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan.

Di sisi lain harga minyak dunia naik tajam 15% akhir pekan kemarin karena harapan terjadinya pemangkasan produksi minyak oleh negara-negara pengeskpor minyak dan sekutunya (OPEC+). Tujuannya adalah mestabilisasi harga minyak dunia yang telah turun lebih rendah dari harga bir Kanada.

Harga minyak turun tajam, bahkan sempat di bawah US$ 20 per barel karena pukulan ganda. Pertama, anjloknya permintaan akibat banyak negara menutup diri (lockdown) dan berkurangnya aktivitas masyarakat dunia dengan tinggal di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Kedua, perang dagang antra Rusia dan Arab Saudi terkait kesepakatan pemotongan produksi minyak.

Senin (6/4/2020), anggota OPEC + akan melakukan pertemuan untuk membahas pengurangan produksi, setidaknya 10 juta barel per hari. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan mereka sepakat untuk mengurangi pasokan hingga 10-15 juta barel per hari dari total pasokan global sekitar 100 juta barel per hari.

Jika harga minyak kembali bisa mendekati US$ 30 per barel akan berpotensi mengerek harga saham-saham yang berbasis minyak, gas, batubara, dan CPO. Akhir pekan, harga saham yang berbasis energi sudah menguat antara 5-10%.

Berdasarkan faktor-faktor di atas, saya memprediksikan bahwa IHSG masih akan berfluktuasi antara 4570 sampai dengan 4700. Saham-saham yang menarik untuk trading harian adalah TLKM, BBRI, BBNI, UNVR, ASII, PTBA, WIKA, ADHI, WSKT ,dan PTPP terutama dengan strategi "BUY ON WEAKNESS" , beli jika harga turun secara drastis karena berpotensi untuk mantul naik kembali dalam jangka pendek.

***Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA , dan pengamat pasar modal.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN