Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA , dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA , dan pengamat pasar modal.

KOPI PAGI

Saatnya Melirik Saham Lapis Tiga yang Legit

Oleh Hari Prabowo, Jumat, 5 Juni 2020 | 07:14 WIB

JAKATA, Investor.id - Setelah enam hari berturut-turut IHSG melakukan rally, kemarin akhirnya tergelincir turun 0,49% menjadi 4916. Penurunan ini merupakan koreksi yang sehat, karena setiap kenaikan maupun penurunan harga saham yang tajam akan terjadi perlawanan baik jual maupun beli.

Setiap investor mempunyai keinginan untuk merealisasikan keuntungan (take profit) pada tingkat harga atau persentase tertentu sehingga harga saham itu mengalami fluktuasi setiap saat.

IHSG sempat melewati indeks psikologis 5000 pada sesi satu hari Kamis (4/6/2020), namun tidak kuat dan akhirnya terkoreksi turun. Beberapa saham yang dalam sepekan sudah naik tajam itulah yang mengalami penurunan seperti BBRI, BMRI, BBCA, ASII, SMGR, meski penurunan tersebut masih dalam ukuran terbatas.

Investor asing kemarin membukukan jual bersih (net buy) di pasar reguler Rp 1 triliun dan di seluruh pasar sebesar Rp 983 miliar, jumlah yang signifikan. Yang menarik, investor asing tersebut memborong saham perbankkan yang sebelumnya mereka obral besar-besaran yaitu BBRI, BBNI, BMRI dan BBCA.

Saya dapat simpulkan bahwa tidak mutlak bahwa ketika investor asing itu menjual saham dalam jumlah besar itu pasti emitennya buruk, bisa jadi hal tersebut hanya merupakan strategi trading biasa untuk merealisasikan capital gain sekaligus kelak bisa beli lagi diharga yang lebih murah ketika harga saham turun.

Jadi menurut pendapat saya bahwa investasi ini memang tidak selalu harus menunggu jangka panjang, tetapi target keuntungan atau hasil itulah tujuan utama dalam investasi, bahwa itu tercapai jangka pendek atau pamjang itu relatif.

Bagaimana IHSG hari ini? mendasarkan pada pergerakkan beberapa harga saham khususnya kategori Blue Chips dan posisi investor asing serta pertimbangan lain baik internal seperti rencana pemberlakuan new normal serta dari eksternal terutama kondisi bursa global, saya prediksikan IHSG akan mendatar baik naik maupun turun dalam ring yang sempit maksimal 0,5%.

Biasanya setelah saham Blue Chips naik tajam dan perlu istirahat sementara, maka para investor terutama ritel akan beralih mencari target trading saham-saham lapis tiga.

Saham lapis tiga yang mempunyai kinerja baik secara fundamental dan prospek serta likuid antara lain ISSP, TELE, BULL, BBKP, BEST.

Sambil menunggu saham blue chip istirahat untuk menarik nafas dulu, tidak ada salahnya investor trading saham lapis tiga untuk mencari "cuan" harian.

* Hari Prabowo, Pengelola Komunitas Investa dan Pengamat pasar modal

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN