Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Co-founder Ternak Uang Timothy Ronald dalam acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi Merdeka Finansial Lewat Investasi

Co-founder Ternak Uang Timothy Ronald dalam acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi Merdeka Finansial Lewat Investasi" yang digelar Beritasatu Media Holdings, Rabu, 7 April 2021

Tujuh Hal yang Buat Seseorang Sulit Merdeka Secara Finansial

Rabu, 7 April 2021 | 18:11 WIB
Herman

JAKARTA - Co-founder Ternak Uang Timothy Ronald menyampaikan, untuk bisa merdeka secara finansial, penting bagi setiap orang untuk terliterasi secara finansial, sehingga dapat mengelola keuangannya dengan baik. Menurutnya, masyarakat yang punya literasi finansial akan lebih produktif, dan meningkatkan kehidupan yang lebih layak untuk masyarakat dan negaranya.

“Literasi finansial ini penting sekali dan harus terus kita tingkatkan. Karena di luar sana banyak sekali masyarakat yang belum melek finansial,” kata Timothy Ronald dalam acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi "Merdeka Finansial Lewat Investasi” yang digelar Beritasatu Media Holdings, Rabu (7/4/2021).

Diakui Timothy, masyarakat di negara berpendapatan menengah saat ini menghadapi sejumlah masalah yang membuatnya sulit merdeka secara finansial. Pertama, hanya berfikir hidup untuk hari ini dan menghabiskan pendapatan untuk pengeluaran saja tanpa menyisihkan untuk investasi.

“Kita harus mulai sadar bahwa kita hidup bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk hari depan, sehingga perlu disiapkan finansial kita untuk hidup yang lebih baik,” kata Timothy.

Masalah kedua adalah tidak paham produk investasi, sehingga kemudian menjadi korban penipuan berkedok investasi atau investasi bodong.  Ketiga, tidak bisa savings karena tuntutan gaya hidup yang besar, hingga akhirnya lupa memikirkan masa depan.

Masalah keempat adalah salah mengambil keputusan finansial. Misalnya membeli saham-saham “gorengan” yang justru membuat dananya habis. Selanjutnya adalah terjebak sandwich generation yang harus menanggung kebutuhan orang tua dan juga adik-adiknya, sehingga tidak punya uang lagi untuk menabung.

Masalah keenam yang juga sering dijumpai yaitu membeli produk keuangan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Dan terakhir banyak berhutang untuk kebutuhan konsumtif.

"Selama ini kita kebanyakan gaya, mau jalan-jalan saja pakai kartu kredit. Lebih baik kita benahi finansial kita dari awal, dari fondasinya,” pesan Timothy.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN