Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Praktisi Financial Planner Indonesia, Teenu C Jiriadana/Listyorini

Praktisi Financial Planner Indonesia, Teenu C Jiriadana/Listyorini

Warisan Pemicu Konflik

Listyorini, Kamis, 8 Agustus 2019 | 17:39 WIB

Jakarta, investor.id – Warisan seringkali menjadi potensi konflik. Bahkan anak rela menggugat ibu kandungnya, kaka dan adik berseteru karena pembagian warisan dianggap tidak adil.

Menurut Praktisi Financial Planner Teenu C Jiriadana, fenomena konflik antar-saudara yang disebabkan oleh warisan trennya terus naik. Hal ini disebabkan distribusi warisan yang tidak jelas. Dalam Financial Planning Forum 2019, Teenu membahas tema tentang Inheritance Planning and Life Insurance. Forum yang diselenggarakan oleh Financial Planner Association Indonesia (FPAI) bersama lembaga sertifikasi profesi Financial Planning Standard Board Indonesia (FPSB) tersebut berlangsung di Jakarta (8/8).

Berbicara tentang warisan, harus memperhatikan tiga (3) aspek, yakni pajak, hukum, dan ilmu keuangan. Intinya adalah perencanaan pelestarian aset. Mengapa harus dilestarikan karena hal itu berpotensi menciptakan konflik sehingga sejak dini harus direncanakan dengan baik.Potensi konflik terjadi karena sifat dasar manusia adalah serakah. Untuk itu, setiap pemilik harta punya kesempatan untuk membuat pernyataan tentang apa yang dikehendakinya guna diwariskan sebelum meninggal.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan warisan:

Identifikasi tiga hal:

1. Kekayaan : sumbernya darimana, bentuknya apa saja, dan ada dimana saja aset warisan tersebut.

2. Pasangan : Identifikasi juga pasangannya, pasangan sah, atau tidak menutup kemungkinan mempunyai pasangan yang tidak sah.

3. Keturunan: bagaimana posisi anak-anak,sebab secara hukum ada anak yang tidak mempunyai hak waris tetapi bisa menjadi sumber masalah, seperti anak hasil perzinahan.

Perlu juga diidentifikasi masalah pewaris, harta waris, dan ahli waris yang berhak menerima karena secara hukum ada aturannya. Menurut aturan hukum waris di Indonesia, para ahli waris boleh memilih aturan hukum waris mana yang akan dipakai dalam pembagian warisan, baik itu hukum adat, perdata, Islam, maupun kesepakatan bersama antara para ahli waris. Dari sini bisa dianalisa potensi yang bisa menjadi masalah.

Perencana keuangan bisa memberikan solusi untuk menghindari konflik masalah keuangan, sebab telah tersedia instrumen seperti asuransi yang bisa mengatur masalah warisan. Asuransi memiliki keuanggulan sebagai harta waris mengingat uang pertanggungan (UP) dapat langsung diterima tanpa melalui prosedur hukum waris atau menunggu fatwa waris.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN