Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX). Foto: Perseroan.

PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX). Foto: Perseroan.

" Top Fund Manager" Serap Saham Digital Mediatama

Farid Firdaus, Senin, 21 Oktober 2019 | 14:54 WIB

JAKARTA, investor.id – Saham PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) melesat hingga 47,82% ke posisi Rp 340 dari harga perdananya Rp 230 saat pencatatan perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejumlah fund manager asing kelas kakap menjadi investor yang menyerap saham perseroan.

Komisaris Utama Digital Mediatama Maxima Jahja Suryandy mengatakan, porsi investor asing yang menyerap saham perdana perseroan sebesar 35%, sedangkan sisa 65% adalah investor domestik. Pihaknya tidak menyebut detail fund manager asing itu, tapi salah satunya merupakan perusahaan yang mengelola dana atau asset under management (AUM) hingga US$ 3,2 triliun secara global.

Fund manager asing yang menyerap saham perdana kami dari Singapura, Hongkong, Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa,” jelas dia usai listing di BEI, Senin (21/10).

Menjaring investor asing dalam skala besar dan berkomitmen secara jangka panjang ini berkat agen penjual internasional Macquarie Capital Securities (Singapore) Pte Ltd dan SooChow CSSD Capital Markets (Asia) Pte Ltd. Keduanya membantu PT Kresna Sekuritas dan PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) sebagai penjamin emisi penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) Digital Mediatama.  

Sementara itu, lanjut Jahja, pihaknya tetap memprioritaskan investor domestik dalam aksi IPO ini. Digital Mediatama menjadi emiten ke-42 yang tercatat di BEI tahun ini, sekaligus menjadi emiten pertama yang listing, setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma’ruf untuk periode lima tahun ke depan.

“Mayoritas investor domestik yang subscribed adalah investor institusi, seperti asuransi serta pengelola reksadana,” jelas dia.

Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budianto mengatakan, prospek bisnis Digital Mediatama di masa mendatang terbilang menjanjikan lantaran belum banyak kompetitor yang bergerak di bisnis sama.  

Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 618 miliar dari aksi IPO ini dengan melepas 2,69 miliar saham atau setara 35% dari modal disetor dan ditempatkan.

Chief Executive Officer Digital Mediatama Maxima Budiasto Kusuma mengatakan, perseroan berencana menyerap 75% dana hasil IPO untuk kebutuhan modal kerja, sebanyak 20% akan dialokasikan untuk investasi teknologi, dan 5% sisanya untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Target

Digital Mediatama merupakan perusahaan startup digital yangf mengembangkan cloud-based digital trade marketing dan cloud advertising exchange platform. Layanan teknologi informasi (TI) yang ditawarkan perseroan kepada pelanggannya dilakukan secara terintegrasi. Perseroan mengincar pelanggan dari ritel modern hingga usaha kecil menengah (UKM)

“Tahun ini, perseroan menargetkan 7.000 toko yang terkoneksi dengan jaringan cloud kami,” jelas Budiasto.

Saat ini layanan digital cloud perseroan telah ada pada 5.600 layar yang terpampang pada 4.500 toko atau disebut poin of presence. Seiring ekspansi, perseroan turut berharap mencapai target pendapatan dan laba bersih tahun ini.

Pada riset Krena dan Trimegah, pendapatan Digital Mediatama tahun ini diproyeksikan mencapai Rp 100 miliar dengan laba bersih Rp 12,7 miliar. Sementara tahun depan, pendapatan ditargetkan sebesar Rp 499 miliar dan laba bersih di kisaran Rp 65-Rp 72 miliar.

Hingga April 2019, perseroan membukukan pendapatan Rp 33,2 miliar, meroket 280,6% dibanding periode sama tahun lalu Rp 8,7 miliar. Kenaikan ini mendongkrak laba bersih perseroan hingga 96,1% menjadi Rp 4,6 miliar, dibanding April 2018 yang sebesar Rp 2,3 miliar.

Dalam riset Kresna Sekuritas disebutkan, dengan harga perdana di level bawah Rp 190 per saham, maka posisi price earning ratio (PER) perseroan untuk tahun 2020 dan 2021 masing-masing akan sebesar 20,4 kali dan 15,4 kali. Kemudian, dengan harga batas atas Rp 270 per saham, maka PER 2020 dan 2021 perseroan diproyeksikan sebesar 29,0 kali dan 21,8 kali.

Sementara itu, dalam riset Trimegah Sekuritas, CAGR laba bersih Mediatama Maxima selama 2019-2024 sebesar 69%, dan CAGR laba kotor 53%. Bisnis digital displays dan advertising exchange akan menyumbang 91% dari laba kotor secara akumulatif selama 2019-2024.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA