Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
I Gde Nyoman Yetna. Foto: IST

I Gde Nyoman Yetna. Foto: IST

16 Perusahaan Siap IPO

Devie Kania, Minggu, 31 Maret 2019 | 13:52 WIB

JAKARTA − PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengantongi daftar antre (pipeline) 16 perusahaan yang berencana menggalang dana melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Di samping itu, sebanyak 8 perusahaan masuk pipeline BEI untuk menerbitkan surat utang.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia menyatakan, dari 16 korporasi yang berada dalam pipeline rencana pencatatan saham di BEI sampai 29 Maret lalu, sebanyak 10 korporasi memasang target IPO dan pencatatan saham sebelum akhir semester I-2019.

“Sedangkan sisanya mencantumkan target pencatatan saham sebelum akhir tahun 2019,” ujar Nyoman, di Jakarta, Jumat (29/3).

Nama-nama perusahaan yang masuk pipeline rencana IPO dan pencatatan saham BEI yakni PT DMS Propertindo, PT Meta Epsi, PT Capri Nusa Satu Properti, PT Menteng Heritage Realty, PT Jasnita Telekomindo, PT Bliss Properti Indonesia, PT Yomari Eksis Serentak, dan PT Bali Bintang Sejahtera.

Selanjutnya, PT Fuji Finance Indonesia, PT Hotel Fitra International, PT Surya Fajar Capital, PT Golden Flower PT Communication Cable System Indonesia, PT Darmi Bersaudara, PT Eastparc Hotel, dan PT Hensel Davest Indonesia.

Sebelumnya, tujuh emiten baru telah melangsungkan IPO tahun ini dengan nilai IPO saham sebesar Rp 1,18 triliun. Dari tujuh emiten baru itu, PT Pollux Investasi Internasional Tbk (POLI) meraih dana IPO terbesar, yakni Rp 657,44 miliar.

Enam emiten baru lainnya adalah PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA), PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), PT Nusantara Properti International Tbk (NATO), PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF), dan PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD).  

Surat Utang

Nyoman juga mengatakan, pihaknya mendata rencana pencatatan surat utang dari enam korporasi di bidang keuangan, satu korporasi di bidang kelistrikan, dan satu korporasi di bidang pertambangan.

Dia merinci, ke-8 korporasi yang akan mencatatkan surat utang tersebut adalah PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Oto Multiartha, PT Bank Danamon Indonesia, PT Surya Artha Nusantara Finance, PT Sinar Mas Multifinance, PT Medco Power Indonesia, PT J Resources Asia Pacifik, dan PT Maybank Indonesia Finance.

Adapun, Nyoman memaparkan, ke-8 korporasi tersebut berniat merilis sembilan emisi surat utang, baik obligasi maupun sukuk. Total penggalangan dana dari rencana surat utang yang akan dicatat berkisar Rp 8,85 triliun.

“Sedangkan, sebelumnya selama 1 Januari-29 Maret 2019 sudah ada 23 emiten yang mencatkan surat utang senilai Rp 19,68 triliun,” papar dia. (*)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN