Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

18 Perusahaan bakal 'Listing' di BEI pada Kuartal IV

Selasa, 10 November 2020 | 00:01 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - Data terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, sebanyak 18 perusahaan dari berbagai sektor berencana mencatatkan sahamnya (listing) pada kuartal IV-2020. Selain itu, terdapat 10 emisi obligasi dan sukuk yang akan diterbitkan oleh sembilan perusahaan.

Jumlah tersebut meningkat apabila dibandingkan dengan pipeline pada tanggal 22 Oktober 2020, BEI menyatakan ada 17 perusahaan yang akan IPO. Adapun dari segi penerbitan emisi masih dengan jumlah yang sama.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna merincikan, 18 perusahaan tersebut berasal dari 7 sektor diantaranya yaitu 7 perusahaan dari sektor Trade, Service dan Investment, 3 perusahaan Property, Real Estate dan Building Construction, 2 perusahaan Consumer Goods Industry.

“Kemudian 2 perusahaan dari Miscellaneous Industry, 2 perusahaan Agrikultur, 1 perusahaan Infrastruktur, Utilities dan Transportation serta terakhir 1 perusahaan Finance,” jelasnya kepada Investor Daily, Senin (9/11).

Nyoman menambahkan, 18 perusahaan tersebut saat ini tengah menjalani proses evaluasi penawaran umum dan diperkirakan mencatatkan sahamnya di BEI pada bulan November hingga Desember 2020. Sedangkan untuk emisi obligasi/sukuk, pihaknya menyebutkan  terdapat 9 penerbit yang akan menerbitkan 10 emisi obligasi/sukuk yang berada dalam pipeline EBUS di BEI. “Dengan satu diantaranya merupakan calon perusahaan tercatat obligasi baru serta tiga ETF di pipeline Bursa,” ujarnya.

Adapun sampai dengan tanggal 6 November 2020, Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan sebanyak 135 penerbitan efek baru yang terbagi atas 46 saham, 89 obligasi/sukuk, 7 ETF dan  1 EBA. Hingga kuartal IV-2020 terdapat 8 emisi obligasi/sukuk yang dicatatkan.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (9/11) ditutup menguat 20,47 poin (0,38%) ke level 5.356,00. Nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 10,73 triliun. Investor asing mencatat transaksi beli bersih (net buy) di semua pasar sebesar Rp 190,8 miliar.

Sebelumnya hingga akhir tahun 2020, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, kemenangan Joe Biden sebagai presiden AS dapat memberikan angin segar bagi pergerakan indeks pada bulan November. Sejalan dengan rencana Joe Biden untuk meningkatkan pajak PPh badan menjadi 28% dari sebelumnya yakni 21%.

“Meskipun demikian hal ini diprediksi dapat menekan para pengusaha yang berlokasi di AS dan memperbesar peluang untuk relokasi pada Emerging Market seperti Indonesia. Hal ini memberikan kesempatan peningkatan capital Inflow menuju sektor riil atau Foreign Direct Investment (FDI),” jelasnya saat dihubungi oleh Investor Daily.

Nico menambahkan, peluang peningkatan modal asing masuk ke Indonesia makin besar dengan disahkanya UU Omnibus Law yang memberikan kemudahan dalam berinvestasi serta kepastian dalam berbisnis bagi investor asing. Adapun sektor yang berpotensi meningkat yakni perdagangan, investasi, informasi dan teknologi.

“Koreksi bisa saja terjadi dengan adanya aksi profit taking, namun berdasarkan data 15 tahun terakhir pada bulan Desember. Indeks selalu menguat dengan dukungan Windows Dressing,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN