Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

20 Perusahaan Berencana IPO

Jumat, 20 November 2020 | 09:48 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Sedikitnya 20 perusahaan dari berbagai sektor berencana melangsungkan penawaran umum perdana (initial puic offering/IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain itu terdapat 11 emisi obligasi/sukuk dari 10 perusahaan penerbit (issuer). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pipeline pada 6 November 2020 (18 perusahaan akan IPO dan 10 emisi obligasi/sukuk dari sembilan issuer).

Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, ke-20 perusahaan yang bakal melantai di BEI berasal dari tujuh sektor, yakni enam perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, jasa, dan investasi, tiga perusahaan properti serta konstruksi rumah dan real estat, serta dua perusahaan konsumsi rumah tangga (consumer goods).

Selanjutnya dua perusahaan agrikultur, dua perusahaan infrastruktur, utilitas, dan transportasi, dua perusahaan industri aneka, dua perusahaan finansial, dan satu perusahaan dari sektor pertambangan.

"Ke-20 perusahaan tersebut masih menjalani proses evaluasi penawaran umum,” tutur I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Jumat (20/11).

Realisasi Buyback

Nyoman Yetna juga mengungkapkan, sebanyak 74 emiten telah menyelesaikan dan merealisasikan periode pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai Rp 4,21 triliun. Buyback dilaksanakan sejak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Surat Edaran (SE) OJK No 3/SEOJK04/2020 mengenai pembelian kembali saham oleh emiten tanpa melalui persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 9 Maret 2020.

“Kebijakan tersebut Diharapkan mampu memberikan stimulus perekonomian dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan, sehingga berdampak positif bagi para pelaku pasar,” papar dia.

Emiten yang periode buyback sahamnya belum berakhir sampai akhir tahun ini antara lain PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan anggaran Rp 1 triliun. Perseroan menetapkan periode buyback pada 13 Maret-13 Juni, kemudian mengumumkan lagi rencana buyback periode 29 September-29 Desember.

Lalu, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yang menyiapkan anggaran buyback hingga Rp 120 miliar. Dana itu akan digunakan membeli maksimal 1,1% atau sekitar 30 juta unit saham. Perusahaan milik Sandiaga Uno ini masih punya periode buyback hingga 21 Juni 2021.

Terbaru adalah buyback saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL). Emiten yang bergerak di bidang healthcare ini mengumumkan rencana mem-buyback 30 juta unit saham dengan anggaran sekitar Rp 100 miliar. Buyback dilakukan sejak 16 November 2020 dan akan berlanjut hingga 15 Februari 2021.

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN