Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Erick Thohir. Foto: IST

Erick Thohir. Foto: IST

2021-2023, Erick Thohir Targetkan 12 BUMN IPO

Kamis, 4 Februari 2021 | 10:21 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan 8-12 perusahaan, meliputi BUMN dan anak-anak usahanya bisa menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Aksi melantai BUMN di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut diharapkan bisa terealisasi pada 2021-2023.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Grup BUMN harus dilandasi fokus strategi bisnis jangka panjang pasca pandemi Covid-19. BUMN kerap menjadi percontohan. Pihaknya melihat, saat ini BUMN yang cukup sustain bersaing dengan perusahaan swasta dan asing adalah perbankan.

“Bank-bank BUMN perannya luar baisa, lebih baik jangan nambah bank lagi di BUMN kalau strategi komitmen tidak jelas. Kita harus memastikan dengan Bank Syariah Indonesia ada keberpihakan dan kesetaraan, untuk market yang percaya industri syariah ini,” kata Erick saat pembukaan perdagangan di BEI dalam rangka perkenalan PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Kamis (4/2).

 Sesuai roadmap kementerian BUMN, kata Erick, pihaknya mengharapkan BUMN untuk go global, dengan jalan bukan akuisisi, tapi persiangan peringkat secara internasional. Hal ini sudah tercermin dari pengakuan majalah asal Amerika Serikat (AS) Forbes yang pernah merilis daftar 2.000 perusahaan publik terbesar global pada 2019. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) masuk dalam daftar tersebut.

Erick menambahkan, saat ini persaingan antar perusahaan global sudah sangat terbuka. Karena itu, pihaknya terus melakukan transoformasi di BUMN, yang selama tiga tahun ke depan, grup BUMN diharapkan memiliki transparansi dan tata kelola yang baik (good corporate governance/GCG).

“Kita akan listing lebih banyak lagi BUMN, anaknya atau cucunya, di pipeline ada 8-12 yang akan kita go public kan, bukan sekedar go public tapi fundamental dan sustainability harus ada,” jelas dia.

Erick menyadari, saat ini dari 28 BUMN yang sudah listing, terdapat 4 perusahaan yang kinerjanya terengah-engah. Emiten tersebut juga menjadi fokus perbaikan, sebagai kunci bersaing. Pihaknya optimistis dengan dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, target IPO 8-12 perusahaan bisa terealisasi pada 2021-2023.

Insyallah, perusahaan yang listing adalah perusahaan yang baik, mempunyai strategi jangka panjang. Kalau kita lihat kenapa perusahaan BUMN sekarang seksi, karena roadmap jelas. Semisal, strategi jangka panjang di EV battery, atau strategi pada digitalisasi,” jelas dia.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN