Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Traveloka. Foto: Beritasatu.com

Traveloka. Foto: Beritasatu.com

Traveloka Dikabarkan Batal Listing via SPAC Bridgetown Holdings

Rabu, 8 September 2021 | 06:03 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Perusahaan penyedia tiket pesawat dan hotel, Traveloka dikabarkan membatalkan rencana pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Amerika Serikat (AS) melalui special purpose acquisition company (SPAC), Bridgetown Holdings Ltd.

Berdasarkan laporan Bloomberg, Selasa (7/9), dewan direksi Traveloka yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, keputusan tersebut diambil lantaran antusiasme pasar SPAC telah menurun. Traveloka kemungkinan akan go public melalui penawaran tradisional.

Meski begitu, jika pasar menunjukkan pemulihan, tidak menutup kemungkinan Traveloka akan kembali melakukan pembicaraan dengan Bridgetown Holdings atau SPAC lain. Yang jelas, kedua pihak masih akan memantau situasi dalam beberapa pekan ke depan.

Terkait hal tersebut, pihak Traveloka enggan memberikan komentar, demikian pula dengan pihak Bridgetown yang menolak memberikan tanggapan.

Sebelumnya, Traveloka disebut-sebut mengincar dana sebesar US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun dari pencatatan saham di Bursa Efek AS. Pencatatan saham akan dilakukan melalui merger dengan Bridgetown Holdings.

Merger tersebut akan meningkatkan valuasi Traveloka menjadi US$ 5 miliar. Adapun Bridgetown Holdings merupakan SPAC yang disokong oleh taipan Richard Li dan Peter Thiel. Pada Oktober 2020, Bridgetown berhasil menggalang dana sebesar US$ 595 juta dari IPO di AS. Penggalangan dana ini membuat Bridgetown menjadi SPAC terbesar di Asia Tenggara.

Sementara itu, Dealstreet Asia melaporkan, Traveloka mencatat valuasi sebesar US$ 4 miliar sebelum pandemi. Namun, valuasi ini menurun menjadi US$ 2,75 miliar ketika dilakukan negosiasi dengan investor.

Saat ini, valuasi Traveloka diperkirakan sudah kembali sebesar US$ 5 miliar atau di level sebelum terjadi pandemi. Valuasi tersebut bisa menguntungkan para investor Traveloka seperti Expedia, GIC, East Ventures, Sequoia Capital, dan Global Founders Capital.

Di tengah pandemi, Traveloka masih bisa menghimpun dana sekitar US$ 250 juta. Traveloka sudah melakukan ekspansi ke tujuh negara dan mengakuisisi tiga perusahaan yang merupakan kompetitor langsung seperti Pegipegi di Indonesia, Mytour di Vietnam, dan TravelBook di Filipina.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN