Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Jelang Akhir Tahun, Emiten Berburu Dana Rp 151 T di Pasar Modal

Rabu, 8 September 2021 | 06:10 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan sebanyak 91 emiten akan melakukan 100 emisi berupa penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham, rights issue, serta obligasi dan sukuk menjelang akhir tahun ini. Potensi dana yang bisa diraih dari emisi tersebut mencapai Rp 151,01 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, hingga 3 September 2021, terdapat 30 perusahaan yang akan IPO dengan total dana yang bisa dihimpun sebesar Rp 9,6 triliun. Sementara itu, BEI juga mencatat akan ada 26 emisi obligasi dan sukuk yang diterbitkan oleh 17 perusahaan. Total emisi obligasi maupun sukuk tersebut mencapai Rp 24,84 triliun. 

Selain itu, Nyoman menyebutkan bahwa terdapat 44 emiten yang akan rights issue dengan total nilai Rp 116,57 triliun. Salah satu perusahaan yang akan melakukan rights issue tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Nilai rights issue BRI mencapai Rp 95,92 triliun.

"Rights issue BRI merupakan yang terbesar pada 2021 dan mencetak sejarah baru dalam perolehan dana sejak diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia," kata Nyoman, Selasa (7/9).

Lebih lanjut dia mengatakan, emiten perbankan paling banyak melakukan rights issue. Berdasarkan pipeline per 3 September 2021, terdapat 13 bank yang akan rights issue untuk memperkuat struktur permodalannya.

Sebelumnya, Nyoman mencatat terdapat 18 emiten yang rights issue dengan perolehan dana sebesar Rp 51,89 triliun. Dari 18 emiten tersebut, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) melakukan penerbitan terbesar, yakni masing-masing Rp 15,4 triliun dan Rp 10,82 triliun.

Menurut Nyoman, emiten memang antusias menghimpun dana di pasar modal. Hal tersebut dapat dilihat dari perusahaan-perusahaan yang berada dalam pipeline, jumlahnya masih relatif baik.

"Dalam beberapa hari terakhir, kami juga masih menerima permohonan pencatatan saham. Antusiasme dan optimisme terhadap pasar modal dinilai masih terjaga baik, didorong oleh stabilitas nasional dan pemulihan ekonomi yang masih berlanjut pada tahun 2021," jelas dia.

Ke depan, Nyoman memprediksi penawaran umum saham, serta obligasi dan sukuk masih akan meningkat. Hal ini dengan mempertimbangkan stabilitas ekonomi yang tetap terjaga dan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut.

"Kami optimistis penawaran umum saham, obligasi, dan sukuk masih terus bertumbuh dengan baik. Respons pasar sampai saat ini dinilai positif atas penawaran umum yang dilakukan oleh calon perusahaan tercatat di bursa," kata dia.

Sementara itu, Direktur PT Avere Mitra Investama Teguh Hidayat berpendapat, pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini bukan menjadi penghalang bagi emiten maupun calon emiten untuk menggalang dana dari pasar modal. Pandemi justru menjadi momentum yang tepat untuk menghimpun dana dari bursa saham maupun obligasi.

Menurut Teguh, likuiditas di pasar modal saat ini sedang tinggi-tingginya. Pasalnya, suku bunga kebijakan Bank Indonesia atau BI 7 days reverse repo rate berada di level rendah, yakni 3,5%. Dengan suku bunga rendah tersebut, masyarakat jadi enggan menempatkan dananya di deposito.

Sementara, apabila dana digunakan sebagai modal membuat bisnis, akan sulit untuk mendapatkan keuntungan, di saat banyak usaha yang terkapar diterjang pandemi berkepanjangan.

"Dengan begitu, jalan keluar untuk mendapatkan cuan dengan ditempatkan di pasar modal atau segala usaha yang sifatnya trading atau investasi. Namun, yang cukup populer memang saham dan momen ini yang dimanfaatkan oleh emiten untuk menggalang dana dari pasar modal," ujarnya.

Kesuksesan emiten dalam menggalang dana sudah dibuktikan oleh PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Emiten all-commerce itu berhasil menggalang dana Rp 21,9 triliun melalui IPO saham.

BRI juga sedang memproses pelaksanaan rights issue bernilai jumbo, yaitu Rp 95,92 triliun. Dari jumlah tersebut, perseroan bakal meraih dana tunai sebesar Rp 41,15 triliun. Sisanya Rp 54,77 triliun merupakan nilai inbreng atas saham PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN