Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grup GoTo.

Grup GoTo.

GoTo Serius akan Melantai di Bursa Efek Indonesia

Kamis, 16 September 2021 | 07:15 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Gojek dan Tokopedia (GoTo) serius akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang masuk bursa pada Agustus lalu.

“Bukalapak sudah membuka karpet merah bagi kami semua pelaku teknologi nasional untuk nantinya juga melantai di Bursa Efek Indonesia,” kata CEO Tokopedia William Tanuwijaya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (15/9). Hal senada juga disampaikan CEO Gojek Kevin Aluwi yang menuturkan bahwa GoTo pada saatnya nanti akan mencatatkan sahamnya di bursa.

Baik William maupun Kevin, keduanya memang tengah fokus menyiapkan GoTo untuk menjadi raksasa global yang tidak hanya bersaing di pasar domestik, tetapi juga membawa nama Indonesia untuk berkompetisi di pasar global.

Misi tersebut tentu tidak mudah. Apalagi, kata William, di masing-masing vertikal, GoTo memiliki pesaing dengan modal kerja 10, 100, bahkan 1.000 kali lipat lebih besar dibandingkan GoTo. Misalnya, Amazon yang memiliki modal kerja sebesar US$ 2-3 triliun. “Jadi, kami mempersiapkan GoTo untuk masa depan. Karena hanya masalah waktu, para raksasa global itu akan masuk ke Indonesia,” ucap William. 

Karena itu, sejak pertama kali didirikan, Tokopedia mau tidak mau harus siap bersaing dengan para pemain global. Buktinya, setiap hari mitra UMKM bersaing bukan hanya dengan produk-produk impor, tetapi juga dengan para pedagang luar negeri. Hal ini tidak bisa dihindari karena e-commerce merupakan bisnis yang lintas batas (cross border).

Keputusan merger antara Gojek dan Tokopedia yang diambil pada masa pandemi ini juga akan sangat menguntungkan ekosistem yang ada. Artinya, dengan dua juta mitra pengemudi yang dimiliki Gojek kemudian digabung dengan 10 juta mitra UMKM Tokopedia, maka GoTo total mempunyai 12 juta mitra UMKM. Hasilnya, transaksi yang dikontribusikan dari platform GoTo pun kini sudah menembus 2% dari PDB nasional.

William menegaskan, kombinasi antara Gojek dan Tokopedia bukan sekadar untuk mengejar efisiensi dan menghilangkan opsi masyarakat, tetapi justru untuk mengakselerasi dan menyerap sebanyak-banyaknya tenaga kerja.

Menurut dia, di era revolusi industri ini, Indonesia mempunyai harapan bukan hanya sebagai target pasar, tapi dalam beberapa tahun terakhir Indonesia juga terbukti telah melahirkan unicorn-unicorn perusahaan nasional yang berhasil naik kelas di panggung dunia. Hal ini menunjukkan, jika talenta-talenta yang dimiliki negara ini diasah, maka akan lahir banyak perusahan teknologi baru ke depannya.

Adapun terkait Bukalapak yang kini sudah menjadi perusahaan terbuka, salah satu anggota DPR RI Darmadi Durianto mencatat, Bukalapak selama tiga tahun berturut-turut terhitung sejak 2018, 2019, dan 2020 telah mengalami kerugian hingga triliunan. Padahal, pada saat yang bersamaan omzet e-commerce begitu besar. “Apakah di sana terjadi predatory pricing sehingga membuat Bukalapak mengalami kerugian cukup besar selama tiga tahun berturut-turut,” pikir Darmadi.

Menanggapi hal tersebut, CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menjelaskan, kerugian tersebut disebabkan oleh expenditure yang banyak digunakan untuk membiayai gerai-gerai di pasar yang dibangun Bukalapak. Sebab, di dunia teknologi, ketika ingin membangun pasar, maka Bukalapak harus langsung expense.

“Setiap rupiah yang kami keluarkan digunakan untuk membayar engineer, cloud atau server dan sebagainya. Semuanya harus keluar sebagai cash atau expense. Tapi kami sadari, ini bukan sesuatu yang mudah dan kami berharap kerugian tersebut dapat kami perkecil,” ujar Rachmat.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN