Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas beraktivitas di main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Petugas beraktivitas di main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Berpotensi, IPO di Indonesia Tertinggi Empat Tahun Beruntun di ASEAN

Kamis, 7 Oktober 2021 | 13:45 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Pencatatan umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diyakini masih akan menjadi yang tertinggi di ASEAN pada tahun ini. Pasalnya, BEI masih memegang 24 jumlah calon perusahaan yang akan IPO di pipeline pada sisa tahun 2021. Alhasil, jika itu terwujud, BEI akan menjadi bursa yang paling banyak kedatangan perusahaan tercatat selama empat tahun berturut-turut.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi menyebutkan, hingga awal Oktober 2021, pasar modal mendapat tambahan emiten baru sebanyak 38 emiten. Dari IPO yang digelar selama masa pandemi itu, terdapat dana Rp 32,15 triliun yang terkumpul. Sehingga, pada periode tersebut, sudah ada 750 emiten di BEI. Sementara itu, berdasarkan data EY Global IPO Trend Report, Indonesia masih masuk ke dalam 10 besar aktivitas pencatatan saham tertinggi di dunia selama tiga tahun berturut-turut, 2018-2020.

“Menurut laporan periode kuartal II-2021 sampai saat ini kita masih yang tertinggi di bursa ASEAN. Pertumbuhan ini diharapkan masih positif di akhir 2021, mengingat saat ini di pipeline ada 24 calon perusahaan tercatat. Mudah-mudahan 24 calon perusahaan tercatat itu bisa listed di 2021,” katanya dalam virtual press conference SimInvestLab “Fast Track to Become First Class Investor”, Kamis (7/10).

Publik Expose Live 2021. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi, memberikan sambutan saat pembukaan Publik Expose Live 2021, Senin (6/9/2021). Foto: Investor Daily/David Gita Roza
Publik Expose Live 2021. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi, memberikan sambutan saat pembukaan Publik Expose Live 2021, Senin (6/9/2021). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Kenaikan itu, sambung Inarno juga diikuti oleh kenaikan jumlah investor. Di mana, hingga Agustus 2021 sudah ada 2,69 juta investor saham dan 6,1 juta investor pasar modal, atau naik 59% untuk saham dan 57% untuk pasar modal dari angka akhir tahun 2020. “Belum sampai akhir tahun, hingga akhir Agustus telah tercatat ada tambahan 1 juta investor,” sebut dia.

Investor ritel pun kini sudah mendominasi 48% dari rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) Rp 9,2 triliun di 2020. Persentase ini melonjak untuk pertama kali diatas 40% dalam lima tahun terakhir dan ini berlanjut di tahun tahun ini dengan dominasi yang makin terasa mencapai 60% di akhir Agustus 2021. Dari segi usia juga didominasi usia muda dengan rentang 18-25 tahun.

Lebih lanjut, guna mendorong peningkatan jumlah investor, BEI, jelas Inarno terus aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan. Misalnya saja, pada 14-16 Oktober mendatang dengan menggelar Capital Market Expo & Summit 2021, bersamaan dengan peringatan Bulan Inklusi Keuangan. BEI sendiri hingga akhir Agustus sudah melangsungkan 6.277 kegiatan edukasi di mana 98% dilakukan secara daring dengan jumlah peserta 668.000 orang. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN