Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Pupuk Kaltim. Foto: Perseroan.

PT Pupuk Kaltim. Foto: Perseroan.

Lebih Agresif, Pupuk Kaltim Kaji IPO

Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:01 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Pupuk Kaltim mengkaji rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebagai salah satu sumber pendanaan. IPO diharapkan bisa mendukung pertumbuhan perseroan yang saat ini berada di fase pertumbuhan kedua.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi menjelaskan, setelah beroperasi selama 40 tahun, pihaknya kini berada dalam fase pertumbuhan kedua dengan target performa perusahaan yang lebih agresif. Untuk bisa mencapai target yang agresif tersebut, ada banyak cara untuk mendapatkan pendanaan, termasuk dari IPO.

"Kami di Pupuk Kaltim senantiasa mengkaji berbagai kemungkinan untuk mendapatkan pendanaan perusahaan dan mempersiapkan perusahaan untuk berbagai kemungkinan tersebut (IPO)," kata Rahmad kepada Investor Daily, Selasa (12/10).

Adapun salah satu target agresif perseroan adalah target earning before interest, taxes, depreciation and amortization (EBITDA) sebesar Rp 10 triliun sebelum 2026. Hingga kuartal III-2021, Pupuk Kaltim meraih laba Rp 4,19 triliun.

"Pada akhir tahun lalu, kami menargetkan bisa mencapai EBITDA Rp 10 triliun pada 2026 atau 2027. Namun, dengan melihat penurunan biaya usaha dan realisasi pada kuartal III-2021, kami optimistis bisa mencapai EBITDA Rp 10 triliun lebih awal dari 2026," ungkap dia.

Selain target EBITDA, perseroan juga agresif dalam melakukan ekspansi. Menurut Rahmad, dalam lima tahun mendatang, Pupuk Kaltim menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) US$ 2 miliar untuk mendukung ekspansi.

Ekspansi perusahaan tersebut adalah replanting salah satu pabrik yang konsumsi energinya cukup tinggi di daerah Bontang. Dengan dilakukan replanting diharapkan bisa menurunkan konsumsi energi sehingga menjadi lebih kompetitif.

Kemudian, Pupuk Kaltim juga akan membangun pabrik pupuk NPK dan abu soda di kawasan Bontang yang akan menghabiskan waktu selama 2-3 tahun. Lalu, Pupuk Kaltim juga tengah mengkaji sumber gas alam di kawasan Papua Timur untuk membangun pabrik urea.

Tahun ini, Pupuk Kaltim optimistis bisa mencetak pertumbuhan laba dan pendapatan yang positif. Hal ini sejalan dengan peningkatan pendapatan sebesar 8,5% pada tahun lalu, meski di tengah tantangan industri dan ekonomi akibat pandemi.

Hingga kuartal III-2021, Pupuk Kaltim mencatat laba setelah pajak sebesar Rp 4,19 triliun atau 288% dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kuartal III-2021. Sementara, produksi mencapai 5,15 juta ton atau 106% dari RKAP kuartal III-2021.

Rahmad mengatakan, sebagai pemimpin pasar, pihaknya berorientasi pada pertumbuhan yang berkelanjutan. Selama 2021, berbagai langkah strategis juga telah dilakukan untuk memastikan tercapainya kemajuan usaha secara efisien dengan mengedepankan keseimbangan kinerja pada aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan. 

“Ke depan, di tengah potensi industri yang diprediksi masih akan terus tumbuh, Pupuk Kaltim juga akan fokus untuk mendorong pertumbuhan perusahaan melalui inisiatif strategis, di antaranya peningkatan kapasitas pabrik dan produksi, peningkatan kinerja ekspor, berbagai ekspansi dalam hal diversifikasi usaha, penetrasi pasar domestik dan global, hingga pengembangan portofolio bisnis melalui aksi korporasi yang strategis,” jelas Rahmad.

Selain itu, percepatan digitalisasi juga masih menjadi fokus pada 2021 guna mendukung daya saing perusahaan di tengah perkembangan industri 4.0, baik di tingkat nasional maupun global. Menurut Rahmad, peningkatan investasi digital ini juga disebabkan ketersediaan lahan pertanian yang semakin terbatas, serta pertumbuhan populasi global yang menuntut penyediaan sumber daya pangan yang sehat dan ramah lingkungan.

Salah satu investasi digital yang dilakukan Pupuk Kaltim adalah melalui program Percipalm. Program ini adalah pengembangan sistem aplikasi yang dapat memberikan rekomendasi pemupukan dengan komposisi tepat dan spesifik untuk jenis lahan dan tanaman kelapa sawit.

Lebih lanjut, fokus perusahaan terhadap digitalisasi akan diperkuat melalui pemanfaatan big data dalam program Makmur, yang merupakan program kemitraan pertanian terpadu yang dipelopori oleh Pupuk Kaltim dan bertujuan untuk memberikan solusi khusus untuk pertanian melalui alokasi sumber daya yang lebih baik dan peningkatan kemandirian. Selain itu, integrasi dengan perusahaan teknologi finansial juga akan menjadi fokus perusahaan guna memaksimalkan produktivitas para petani. 

Dalam hal merambah segmen pasar baru baik domestik maupun global, Pupuk Kaltim akan berorientasi pada perluasan produk melalui diversifikasi usaha dengan berekspansi pada produk turunan gas non pupuk dan produk oleokimia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN