Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) atau Mitratel resmi mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/11/2021), melalui penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) sebanyak 23,49 miliar saham dengan perolehan dana sebesar Rp 18,79 triliun.(Ist)

PT Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) atau Mitratel resmi mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/11/2021), melalui penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) sebanyak 23,49 miliar saham dengan perolehan dana sebesar Rp 18,79 triliun.(Ist)

Resmi Listing di Bursa, Mitratel Raih Dana Rp 18,79 Triliun

Senin, 22 November 2021 | 13:55 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- PT Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) atau Mitratel resmi mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/11/2021), melalui penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) sebanyak 23,49 miliar saham dengan perolehan dana sebesar Rp 18,79 triliun.

Ririek Adriansyah, direktur utama PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang merupakan induk usaha Mitratel, menyampaikan, dengan terimplementasinya strategi unlocking value bisnis tower perusahaan melalui IPO Mitratel, maka Telkom Group telah menyelesaikan satu milestone penting transformasi perusahaan.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan transformasi yang sedang dijalankan Telkom untuk menjadi digital telco dan memperkuat posisi Mitratel di tengah hadirnya 5G yang dapat menumbuhkan kebutuhan operator terhadap menara telekomunikasi.

"Ini akan menjadi potensi yang baik bagi Mitratel untuk menjadi pemain menara telekomunikasi independen terbesar di Asia Tenggara," kata Ririek dalam keterangan resminya, Senin (22/11).

Sementara itu, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menjelaskan, dana hasil IPO akan digunakan untuk mengembangkan kompetensi dan kapabilitas Mitratel sebagai perusahaan unggul, profesional, dan transparan.

“Kami paham, perubahan teknologi yang cepat akan mengakselerasi seluruh kompetensi Mitratel baik saat ini maupun di waktu mendatang," jelasnya.

Apalagi, kata dia, hal tersebut sudah dirumuskan dalam rencana bisnis perusahaan yang tidak hanya fokus pada bisnis menara telekomunikasi, tetapi juga berkembang menjadi infrastructure company yang siap mendukung era 5G dan kelanjutannya.

Sesuai rencana, perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia ini bakal menggunakan 40% dana hasil IPO untuk belanja modal organik, 50% untuk anorganik, dan 10% untuk modal kerja serta kebutuhan perseroan lainnya.

Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama menyampaikan bahwa perseroan saat ini sudah memulai proses akusisi tower dan sekitar 40% dana bakal dipakai untuk pembangunan organik.

"Kita sudah siapkan sehingga pada 2022 dan 2023 kita mulai pembangunan organik. Di samping itu, untuk akuisisi sudah mulai dipersiapkan. Diharapkan kita mulai prosesnya di 2022," ucap Hendra dalam konferensi pers, Senin (22/11).

Pada kesempatan tersebut, Direktur Bisnis Mitratel Noorhayati Camdrasuci juga menyampaikan, ke depan Mitratel akan memiliki complementary business dan akan memposisikan diri untuk mendukung digital infrastructure terutama 5G seperti v-fiber optic dan enabler infrastructure.

Mitratel juga akan mengakuisisi tower untuk memperkuat posisinya di pasar tower termasuk menyiapkan strategi terkait efisiensi operasional.

"Kami akan tetap melihat biaya-biaya operation dan maintenance serta melakukan digital transformation untuk memperbaiki proses bisnis dan memberikan efisiensi yang maksimal di perusahaan," pungkas Noorhayati.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN