Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pertamina Geothermal Energy, Foto: perseroan

Pertamina Geothermal Energy, Foto: perseroan

Pertamina Geothermal Energy akan IPO Semester I-2022, ini Detailnya

Kamis, 13 Januari 2022 | 17:37 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mempersiapkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) pada semester I-2022. IPO ini dilakukan untuk meningkatkan potensi energi terbarukan.

Wakil Menteri BUMN II Pahala Nugraha Mansury mengatakan, Indonesia tengah meningkatkan penggunaan sumber daya energi baru dan terbarukan (EBT). Oleh karena itu, pemerintah Indonesia memiliki peta jalan transisi energi yang tertuang dalam Grand Strategi Energi Nasional. 

Baca juga: Mantap, Pertamina Geothermal akan IPO Rp 7,15 Triliun

Dalam peta jalan itu, EBT ditargetkan mencapai 23% pada 2025 dan mencapai 31% pada 2020 dalam bauran energi. Dalam peta jalan itu, menurut Pahala, pemerintah mendorong pemanfaatan EBT hingga 20 giga watt (gw) pada 2030 dengan kontribusi terbesar diproyeksikan EBT. 

Pahala menuturkan, salah satu yang paling mudah dikembangkan adalah penggunaan geothermal. BUMN diharapkan dapat mengoptimalkan geothermal di kawasan yang dikelola sendiri. Saat ini, baru 9% wilayah geothermal yang berproduksi dengan kapasitas 1.900 mega watt (MW).

Untuk memaksimalkan potensi pengembangan geothermal, Kementerian BUMN siap membawa PGE melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pahala menjelaskan, pencatatan saham PGE ditargetkan bisa terealisasi pada semester I-2022. 

"Insya Allah, PGE ini targetnya di semester I-2022 ini. Targetnya diregistrasi Maret, listing (pencatatan saham) kemungkinan Juni," kata Pahala dalam keterangan resmi, Kamis, (13/1).

Baca juga: Pertamina Geothermal Pengembang Panas Bumi Terbesar

Selain memaksimalkan pembangkit listrik yang sudah ada, anak usaha PT Pertamina (Persero) itu juga dapat menghasilkan produk hijau, seperti hidrogen hijau dan amonia hijau. Penggunaan EBT dapat meningkatkan kualitas udara dan mendukung pencapaian target pengurangan emisi gas rumah kaca nasional.

Peningkatan penggunaan geothermal juga untuk menekan impor BBM nasional. Sebab, saat ini, konsumsi BBM Indonesia sekitar 1,2 juta barel per hari. Kebutuhan BBM tersebut sebanyak 40% dipasok dari impor. Karenanya, untuk menghadirkan energi bersih dalam rangka terciptanya kemandirian energi nasional, dibutuhkan sumber energi lokal terutama EBT seperti geothermal.

Saat ini, PGE mengelola 15 wilayah kerja dengan kapasitas 1.877 mw. Dengan rincian, 672 mw dioperasikan sendiri dan 1.205 mw merupakan kontrak operasi bersama. Untuk meningkatkan pemanfaatan panas bumi, saat ini PGE mengembangkan teknologi baru dengan menggunakan binary cycle

Editor : Gita Rossiana (gita.rossiana@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN