Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Data center NeuCentrIX Telkom di Sentul, Bogor, Jawa Barat (Foto: Dok.PR)

Data center NeuCentrIX Telkom di Sentul, Bogor, Jawa Barat (Foto: Dok.PR)

Telkom (TLKM) Konsolidasikan Data Center ke TDC, Buka Opsi Private Placement dan IPO

Kamis, 9 Juni 2022 | 09:52 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

YOGYAKARTA, investor.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dalam proses mengkonsolidasikan data center ke satu entitas, yakni PT Sigma Tata Sedaya yang nantinya berganti nama menjadi PT Telkom Data Center (TDC).

Setelah proses konsolidasi rampung, TDC ke depan didorong untuk menggandeng mitra lewat private placement, termasuk kemungkinan merealisasikan opsi initial public offering (IPO).

Baca juga: Sampai Kapan Telkom (TLKM) Pegang Saham GOTO?

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menjelaskan, proses unlock tersebut mirip yang diterapkan pada PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel selaku operator menara. MTEL sendiri telah menggelar IPO.

Data center kita ini ada di beberapa tempat. Jadi kita ada di Sigma, Telkom, dan juga Telin ada yang di Singapura dan Hongkong. Itu dalam proses mengkonsolidasikan semua itu di bawah suatu perusahaan yang namanya PT Telkom Data Center,” ungkap Ririek dalam Focus Group Discussion Media Bersama CEO Telkom Group di Yogyakarta, Rabu (8/6/2022).

Dia menambahkan, TDC ini akan menjadi perusahaan yang mengkonsolidasikan data center di Telkom Group. TDC juga nanti akan bermitra dengan pihak lain untuk mengembangkan data center di Indonesia maupun di luar negeri.

Data center kita sedang dalam proses konsolidasi. Meskipun itu sesama grup tapi ada transaksi di dalamnya. Yang agak rumit Singapura karena Singapura kan ada lisensi segala macam, itu agak rumit tergantung regulator setempat,” imbuh Ririek.

Target perusahaan, jelas Ririek, konsolidasi data center rampung di kuartal pertama atau kedua tahun depan dan dilanjutkan dengan mengundang private equity, termasuk kemungkinan IPO.

Aiming kita akan siap untuk katakanlah finisnya itu sekitar Q1 atau Q2 tahun depan. Apakah itu IPO, bisa iya bisa tidak. Tapi, yang pasti mengundang private equity,” sebut Ririek.

Saat ini, data center Telkom mempunyai kapasitas 106.900 m2, 54.755 KVA, dan 1.307 rak tersedia di 18 lokasi yang tersebar di empat negara, yaitu Indonesia, Singapura, Hongkong, dan Timor Leste.

Baca juga: Bos Telkom (TLKM) Buka-bukaan soal Payout Ratio Dividen 60%

Sementara itu, Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya menjelaskan, unlock untuk entitas data center ada beberapa skenario, termasuk IPO, private placement, dan lain-lain. Dia menekankan, unlock ini sangat penting karena dapat memvaluasi bisnis yang ada di Telkom.

“Kalau kita ga divalidasi oleh unlock nanti market gak bisa lihat secara transparan sebenarnya data center Telkom itu value-nya berapa sih, sehingga dibutuhkan. Caranya sendiri sampai sekarang yang kita pikirkan antara PE (private equity) atau IPO. Sebetulnya, kaya Mitratel kemarin dikaji ipo atau private placement, akhirnya kita IPO dengan beberapa pertimbangan,” jelas Budi.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN