Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan di depan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan di depan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

BEI: Total Perusahaan Tercatat Bakal Tembus 800 Emiten

Rabu, 3 Agustus 2022 | 07:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan, total perusahaan tercatat bakal menembus 800 emiten pada 5 Agustus 2022. Sebelumnya pada 2020, total Perusahaan Tercatat yang mencatatkan saham telah mencapai angka 700.

Nyoman menjelaskan, sampai 1 Agustus 2022, terdapat 29 perusahaan yang telah mencatatkan saham di BEI, dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp19,5  triliun. Sedangkan pada pipeline Pencatatan saham, masih ada 32 calon Perusahaan Tercatat yang berada dalam antrian untuk mencatatkan sahamnya di BEI.

Advertisement

“Berdasarkan catatan BEI, dengan memperhitungkan jumlah pipeline Pencatatan saham saat ini,  diperkirakan pada 5 Agustus 2022, total Perusahaan Tercatat yang mencatatkan saham di BEI menembus angka 800,” ungkap Nyoman Yetna, Selasa (3/8/2022).

Menurut Nyoman Yetna, hal ini merupakan pencapaian BEI yang patut disyukuri. Pencapaian ini juga tidak terlepas dari dukungan dan kebijakan dari Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI dan self-regulatory organization (SRO) lainnya dalam rangka membuat kondisi pasar modal yang kondusif pada masa yang dinamis.  

Baca juga: BEI: 45 Emiten dalam Pipeline Rights Issue Senilai Rp 36,9 T

Sebelumnya pada tahun 2020, lanjut dia, total Perusahaan Tercatat yang mencatatkan saham telah mencapai angka 700. Hal ini diharapkan sebagai tonggak awal BEI ke depan untuk menjadi Bursa yang paling aktif di ASEAN. “Pada tahun 2021, BEI merupakan Bursa di ASEAN dengan Pencatatan saham baru terbanyak selama empat tahun berturut-turut,” tambahnya.

Nyoman Yetna mengatakan, tren positif di pasar modal telah dimanfaatkan oleh para pelaku pasar modal dan pemangku kepentingan termasuk para pemilik perusahaan dalam melakukan pendanaan sesuai kebutuhan dan strategi internal perusahaan masing-masing. Momentum pemulihan ekonomi nasional juga turut mendorong korporasi dalam melakukan penggalangan dana melalui pasar modal Indonesia, baik melalui IPO maupun rights issue.

Nyoman Yetna menambahkan, BEI senantiasa bersikap adaptif mengikuti perkembangan Bursa global dan juga kebutuhan berbagai perusahaan di Indonesia. Semakin banyak perusahaan yang melakukan penggalangan dana di BEI, baik melalui IPO saham maupun rights issue mencerminkan bahwa inovasi dan kebijakan serta pengaturan yang telah dilakukan sebelumnya direspon dengan baik oleh industri.

Lebih lanjut Nyoman Yetna menjelaskan, beberapa inisiatif yang telah dilakukan OJK dan BEI dalam rangka meningkatkan akselerasi peningkatan IPO dan perlindungan investor antara lain penerbitan peraturan seperti POJK 22/04/2021 tentang ‘Penerapan Klasifikasi Saham dengan Hak Suara Multipel Oleh Emiten Dengan Inovasi dan Tingkat Pertumbuhan Tinggi yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Berupa Saham’.

Baca juga: IPO Saham PT Aman Agrindo Tbk (GULA) Oversubscribed 61 Kali

“Saat ini, kami melakukan kajian penerapan Special Purpose Acquisition Company (SPAC) sebagai bentuk alternatif mekanisme IPO,” jelas Nyoman Yetna.

Pada peraturan BEI, Nyoman Yetna menyebut juga telah diterbitkan Peraturan No. I-A/2021 yang nantinya diharapkan dapat mengakomodasi perusahaan-perusahaan dengan karakteristik baru yang nilainya tidak terbatas pada Net Tangible Asset (NTA). Bisa dari NTA, laba (income), pendapatan (revenue), kapitalisasi pasar (market capitalization), dan/atau cashflow. Selain itu, BEI juga sedang memperdalam untuk pengaturan Tindakan Korporasi melalui konsep Peraturan I-I. Saat ini konsep peraturan tersebut masih dalam tahap pembahasan di internal BEI.

“Inisiatif lainnya terkait aspek perlindungan investor seperti pengembangan Notasi Khusus dan   Implementasi IDX Industrial Classification (IDX IC). Semua inisiatif yang telah dilakukan tersebut, diharapkan dapat memberikan booster iklim positif bagi perusahaan yang akan melakukan pendanaan di pasar modal Indonesia,” tutup Nyoman Yetna.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN