Menu
Sign in
@ Contact
Search
Salah satu lokasi proyek penambangan Hillcon (HILL). (Foto: Perseroan)

Salah satu lokasi proyek penambangan Hillcon (HILL). (Foto: Perseroan)

Riwayat Kontraktor Tambang (HILL) yang Mau IPO, Pendirinya Suami Istri Ini

Kamis, 19 Jan 2023 | 11:39 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Holding kontraktor tambang batu bara dan nikel, PT Hillcon (HILL) bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 442,3 juta saham atau 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Nilai nominalnya Rp 100 setiap saham dan ditawarkan kepada masyarakat dengan kisaran harga Rp 1.250-2.000 per saham. Jumlah seluruh nilai penawaran umum perdana saham ini adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 884,6 miliar. Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung 12-26 Januari 2023.

Pemegang saham Hillcon saat ini adalah PT Hillcon Equity Management 81% dan PT Bukit Persada Indonesia 19%. Jika dirunut, pemegang saham Hillcon Equity Management adalah Hersan Qiu 42,5%, Caecilia Sulistiowati 42,5%, Stanley Qiu 5%, Steven Qiu 5%, dan Winston Qiu 5%.

Baca juga: Gelar IPO, Ini Ambisi Hillcon (HILL) sebagai Kontraktor Tambang Nikel dan Batu Bara

Advertisement

Kemudian pemegang saham Bukit Persada Indonesia, yakni Hermansyah 50%, Dian Novita 40%, Tsabitah Az Zahra 5%, dan Muhammad Hafiz Daffa 5%.

Pengendali dan ultimate beneficial owner Hillcon adalah Hersan Qiu. Ia juga menjabat sebagai direktur utama perseroan.

Hersan Qiu. (Perseroan)

Lalu istrinya, Caecilia Sulistiowati menduduki posisi komisaris Hillcon yang juga pemegang 42,5% saham Hillcon Equity Management.

Caecilia Sulistiowati. (Perseroan)

Selain itu, Stanley Qiu pemegang saham 5% Hillcon Equity Management dipercaya sebagai direktur teknologi HILL.

Grup Hillcon memulai kegiatan usahanya pada tahun 1995, pada waktu Hersan Qiu dan Caecillia Sulistiowati mendirikan PT Hillconjaya Sakti (HS), yang pada awalnya berkonsentrasi dalam penyediaan jasa konstruksi sipil bagi pelanggan sehubungan dengan proyek-proyek pekerjaan tanah di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.

Pada tahun 2008, grup memperluas usahanya dan memasuki jasa pertambangan batu bara, dimulai dengan proyek jasa pertambangan batu bara pertama di Kalimantan Tengah, dan kemudian terus berkembang hingga mencakup Kalimantan Timur dan Bengkulu.

Baca juga: Kontraktor Tambang Nikel dan Batu Bara (HILL) yang Mau IPO Ternyata Milik 2 Keluarga Ini

Pada tahun 2013, Hillcon melaksanakan proyek jasa pertambangan nikel yang pertama untuk kliennya, yaitu PT Macika Mada Madana di Konawe, Sulawesi Tenggara dan PT Ceria Nugraha Indotama di Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Selain jasa pertambangan dan jasa konstruksi sipil, grup perseroan juga mendirikan perusahaan anak yang bergerak di bidang usaha properti yang dijalankan oleh PT Hillcon Jaya Land (HJL). Saat ini, HJL telah menguasai tanah. Kegiatan usaha terkait properti ini merupakan salah satu rencana jangka panjang perseroan untuk mendiversifikasikan usaha yang ada di grup.

Pada tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2021, jasa pertambangan dan jasa konstruksi sipil secara berturut-turut mewakili 90,1% dan 9,2% dari total pendapatan grup. Per tanggal prospektus awal diterbitkan, HILL memiliki tiga proyek pertambangan nikel yang sedang berjalan yang dilakukan oleh grup perseroan melalui HS.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com