Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Saptono Adi Junarso, Kepala Divisi Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam diskusi Zooming with Primus - IPO dan Momentum Pemulihan Ekonomi, live di BeritasatuTV, Kamis (15/4/2021). Sumber: BSTV

Saptono Adi Junarso, Kepala Divisi Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam diskusi Zooming with Primus - IPO dan Momentum Pemulihan Ekonomi, live di BeritasatuTV, Kamis (15/4/2021). Sumber: BSTV

Ada Sinyal Perbaikan, BEI Optimistis IPO di 2021 Bisa Capai 50 Emiten

Kamis, 15 April 2021 | 23:05 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - BEI memproyeksikan jumlah perusahaan yang melakukan IPO saham di bursa dalam negeri tahun 2021 bisa mencapai 50 emiten. Menurut Kepala Divisi Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Saptono Adi Junarso, hingga 15 April 2021, sudah 15 emiten baru listing di BEI.

Per 12 April 2021, juga ada 20 perusahaan dalam proses evaluasi pencatatan saham di BEI. Rinciannya, 3 perusahaan itu berasal dari sektor Basic Materials, 2 dari sektor Industrials, 1 dari sektor Consumer Non-Cyclicals, 6 dari sektor Consumer Cyclicals, 3 dari sektor Properties & Real Estate, 3 dari sektor Technology, dan 2 dari sektor Energy.

Sementara itu, dari sisi aset, 5 perusahaan tersebut masuk ke skala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar, 11 perusahaan  skala menengah dengan aset Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, dan 4 perusahaan skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar. BEI masih menunggu perusahaan BUMN maupun entitas anak BUMN untuk masuk bursa.

“Di 2021, per hari ini, sudah 15 perusahaan tercatat melakukan IPO saham di BEI. Sinyal perbaikan sudah mulai kelihatan dari sisi nilai (IPO) saham yang dicatatkan sudah mencapai lebih dari Rp 3 triliun, artinya per perusahaan (rata-rata) lebih dari Rp 200 miliar dan ini meningkat beberapa tahun terakhir. Tahun 2019, tertinggi di kuartal I sebesar Rp 2 triliun, namun pada 2020 karena pandemi jadi turun. Jadi, saat ini, sudah ada sinyal perbaikan yang kami harapkan terus membaik sampai akhir tahun, dengan targetnya 30 (IPO), atau kemungkinan bisa reach ke 50 lebih,” imbuhnya dalam acara Zooming With Primus dengan topik "IPO dan Momentum Pemulihan Ekonomi" yang disiarkan secara langsung di BeritaSatu TV, Kamis (15/4).

Tahun lalu, Saptono menyebutkan, BEI mencatatkan penurunan aktivitas IPO, dengan total emiten baru pada 2020 tercatat 51 perusahaan, lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 55 perusahaan. Berdasarkan nilai emisi, akumulasinya tahun lalu juga menurun yaitu hanya Rp 5,2 triliun, jauh di bawah capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp 15 triliun. 

"Meski begitu, Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia, di bawah bursa Shanghai yang mencatatkan 180 IPO, Nasdaq dengan 119 IPO, Shenzhen 115 IPO, Hong Kong 99 IPO, dan Jepang 54 IPO," paparnya. 

Untuk mendorong minat perusahaan untuk IPO, lanjut dia, BEI sedang merevisi peraturan untuk memudahkan proses IPO, termasuk untuk papan utama dan pengembangan. Selain itu, otoritas terus melakukan sosialisasi dan awareness untuk melihat kembali peraturan dengan memperhatikan perkembangan di bursa-bursa lain.

“Sehingga, kami bisa menjadi bursa yang menarik di Asean. Karena, sekarang ini kami tidak bisa bicara Indonesia sebagai sebuah negara, tapi merupakan bagian kawasan Asean yang terintegrasi,” ungkap Saptono. 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN