Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Minat korporasi untuk menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham masih tinggi pada semester II-2018 dan tahun depan, meski pasar masih volatile. IPO saham menjadi pilihan, karena dianggap lebih murah dan fleksibel untuk menggalang dana.Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Minat korporasi untuk menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham masih tinggi pada semester II-2018 dan tahun depan, meski pasar masih volatile. IPO saham menjadi pilihan, karena dianggap lebih murah dan fleksibel untuk menggalang dana.Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

EMITEN BARU ke 12

Agro Yasa Lestari Canangkan Ekspansi Lebih Agresif

Kamis, 13 Februari 2020 | 08:10 WIB
Ghafur Fadillah ,Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  – Setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) mencanangkan ekspansi yang lebih agresif tahun ini.

Agro Yasa Lestari, emiten ke-12 di BEI tahun ini yang fokus di lini bisnis aspal, geosintetik, dan pakan ternak, akan memperluas pasar di masing-masing segmen.  

Direktur Utama Agro Yasa Lestari, Akam mengungkapkan, perseroan akan fokus menyokong kebutuhan aspal pembangunan infrastruktur pada proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera.

“Tahun ini, kami memproyeksikan pendapatan Rp 60-70 miliar,” kata Akam, usai listing perdana saham AYLS di BEI, Jakarta, Rabu (12/2).

Menurut Akam, pembangunan tol Trans Sumatera yang masih berlanjut turut meningkatkan kebutuhan aspal dan geosintetik. Alhasil, kinerja perseroan sebagai pemasok aspal dan geosintetik bakal terdongkrak.

Akam menambahkan, tahun ini laba bersih perseroan diproyeksikan tumbuh 10%. “Harapannya, lini bisnis aspal dan geosintetik akan menopang kinerja perseroan. Kami juga akan menggenjot kinerja segmen bisnis pakan ternak,” papar dia.

Hingga kini, kata dia, pendapatan terbesar perseroan dikontribusi lini bisnis aspal dengan porsi 80%. Sedangkan segmen bisnis geosintetik menyumbang 20%, sisanya dari lini bisnis pakan ternak.

Dia menjelaskan, ramainya pembangunan infrastruktur pada era pemerintahan Jokowi ikut berdampak pada meningkatnya kinerja perseroan tahun silam.

Hingga 31 Juli 2019, Agro Yasa Lestari membukukan pendapatan Rp 27,11 miliar, naik 23,78% dibanding periode sama 2018 sebesar Rp 21,90 miliar. Laba bersih perseroan naik 180,8% menjadi Rp 2,1 miliar dari sebelumnya Rp 750 juta.

Akam memperkirakan pada tahun buku 2019 perseroan membukukan pendapatan dua kali lipat dibanding perolehan Juli 2019. Sedangkan laba bersih diproyeksikan mencapai Rp 3 miliar hingga tutup tahun buku 2019.

Akam mengungkapkan, perseroan memasok produk aspal sekitar 15 ribu ton per tahun kepada BUMN karya dan swasta.

Setelah menjadi perusahaan terbuka, dalam lima tahun ke depan perseroan diharapkan mampu menyuplai sekitar 100 ribu ton aspal per tahun. “Dalam 10 tahun ke depan, perseroan ditargetkan mampu memproduksi aspal di Indonesia,” tegas dia.

Akam menambahkan, Agro Yasa Lestari membidik proyek senilai Rp 100 miliar. Rencananya perseroan lebih fokus mengincar proyek-proyek konektivitas di kawasan timur Indonesia yang sedang diprioritaskan pemerintah agar jalur transportasinya saling terhubung.

Selain fokus pada lini bisnis aspal, perseroan tengah menggenjot kinerja di segmen geosintetik. “Potensi bisnis geosintetik sangat bagus, terlebih masih belum banyaknya pemain di lini bisnis ini,” ucap dia.

Ketika IPO, Agro Yasa Lestari melepas 258 juta saham baru atau 30,31% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Saham AYLS ditawarkan Rp 100 per unit saham. Pada perdagangan perdana, kemarin, saham AYLS melonjak ke level Rp 170, sehingga terkena auto reject atas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN