Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI Risa E Rustam (kiri), I Gede Nyoman Yetna dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo menyaksikan jajaran direksi dan komisaris PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, masing-masing Corporate Secretary Lydia Jessica Toisuta, Komisaris Independen Satriadi Darmawan, Direktur Eddy Hartanto, Direktur Arief Cahyadi Wana dan Shareholder Representative Alvin Sariaatmadja (tiga dari kanan) saat listing perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Foto: B1/UTHAN A RACHIM

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI Risa E Rustam (kiri), I Gede Nyoman Yetna dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo menyaksikan jajaran direksi dan komisaris PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, masing-masing Corporate Secretary Lydia Jessica Toisuta, Komisaris Independen Satriadi Darmawan, Direktur Eddy Hartanto, Direktur Arief Cahyadi Wana dan Shareholder Representative Alvin Sariaatmadja (tiga dari kanan) saat listing perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Foto: B1/UTHAN A RACHIM

PERUSAHAAN MI PERTAMA LISTING DI BEI

Ashmore Targetkan AUM Tembus Rp 38 Triliun

Rabu, 15 Januari 2020 | 07:47 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) resmi menjadi perusahaan manajer investasi (MI) pertama yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia, Selasa (14/01).

Emiten baru ini menargetkan asset under management (AUM) tembus Rp 38 triliun, naik 27% dibanding raihan hingga akhir Desember 2019 sekitar Rp 30 triliun.

Agar mencapai target tersebut, perseroan akan menggunakan dana hasil initial public of fering (IPO) saham untuk pengembangan platform digital yang menjangkau masyarakat kelas menengah lebih luas.

Pengembangan platform digital akan dilakukan perseroan antara lain bekerja sama dengan e-commerce, seperti Bukalapak.

“Masyarakat kelas menengah kan banyak juga yang tidak terjangkau oleh perbankan. Maka dari itu kami harus mempunyai sistem yang bisa menjangkau mereka, hal ini menjadi salah satu alasan kami masuk ke Bursa Efek Indonesia,” ujar Direktur Ashmore Asset Management Indonesia Arief Cahyadi Wana usai konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/01).

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI Risa E Rustam (kiri), I Gede Nyoman Yetna dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo menyaksikan jajaran direksi dan komisaris PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, masing-masing Corporate Secretary Lydia Jessica Toisuta, Komisaris Independen Satriadi Darmawan, Direktur Eddy Hartanto, Direktur Arief Cahyadi Wana dan Shareholder Representative Alvin Sariaatmadja (tiga dari kanan) saat listing perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Foto: B1/UTHAN A RACHIM
Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI Risa E Rustam (kiri), I Gede Nyoman Yetna dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo menyaksikan jajaran direksi dan komisaris PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, masing-masing Corporate Secretary Lydia Jessica Toisuta, Komisaris Independen Satriadi Darmawan, Direktur Eddy Hartanto, Direktur Arief Cahyadi Wana dan Shareholder Representative Alvin Sariaatmadja (tiga dari kanan) saat listing perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Foto: B1/UTHAN A RACHIM

Arief mengatakan lebih lanjut, alasan lain perusahaan melakukan IPO saham yakni untuk memperkuat permodalan dasar perseroan, karena ke depan berencana menerbitkan beberapa produk reksa dana baru untuk memperkuat portofolio perseroan.

Yang pasti, lanjut dia, setiap tahun perusahaan biasanya mengeluarkan 2-3 produk reksa dana. Di sisi lain, kini, perusahaan akan lebih berhati-hati karena sudah menjadi perusahaan publik.

“Dana tersebut juga kami gunakan sebagai permodalan kami dalam membangun reksa dana-reksa dana agar mendekati minimum AUM reksadana yang sudah ditetapkan, dan mencerminkan reksa dana dengan resiko kecil untuk para calon pembeli di Indonesia. Resiko manajemen kami sudah teruji dari segi compliance dan legal, itu kami sudah ahli,” paparnya.

Dana Rp 211 Miliar

Manajemen sebelumnya memaparkan, perseroan mempercayakan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi efek atau underwriter. Dalam IPO tersebut, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 111 juta saham baru yang mewakili 10% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Dengan harga penawaran Rp 1.900 per saham, perseroan meraup dana segar sekitar Rp 211 miliar.

Sementara itu, saat perdagangan perdana kemarin, harga saham emiten berkode AMOR tersebut langsung melonjak 50% ke level Rp 2.850 per unit.

Emiten Baru Ke-5

I Gde Nyoman Yetna. Foto: IST
I Gde Nyoman Yetna. Foto: IST

Pada kesempatan yang sama, Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk menjadi emiten baru kelima tahun ini. AMOR menjadi perusahaan urutan ke-673 yang tercatat resmi di BEI.

“Ashmore ini dicatatkan di papan pengembangan dan sektor keuangan (finance). Melantainya Ashmore Asset Management menjadi sebuah langkah awal, yang kami harapkan ke depannya dapat merealisasikan rencana strategis yang telah perseroan himpun,” kata dia.

Investasi Jangka Panjang

Sementara itu, PT Anugerah Mega Investama menyatakan, investasi pada saham emiten yang bergerak di bidang manajer investasi memiliki peluang return yang tinggi, apabila memiliki dana kelolaan yang tinggi dan berkarakter investasi jangka panjang.

Terlebih bila dana kelolaan yang dipegang oleh aset manajemen itu di atas Rp 2 triliun,” paparnya.

Sejak didirikan pada tahun 2012, Ashmore Asset Management Indonesia telah meluncurkan 18 produk reksa dana, serta mengelola 9 Kontrak Pengelolaan Dana dan 1 Exchange Traded Fund secara aktif.

Manajemen menjelaskan, perseroan saat ini fokus pada tiga ‘tema utama’, yakni saham, obligasi, dan pasar uang. Reksa dana kelolaannya dijual melalui berbagai agen penjualan dan asuransi, yang memiliki lebih dari 30.000 investor di berbagai ‘tema’ investasi. (en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN