Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dari kiri ke kanan, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil OJK I Made Tirthayatra, CTO Pigijo Evie Feniyanti, CEO dan Founder Pigijo Claudia Ingkiriwang, Komisaris Utama Pigijo Linawati dan Komisaris Pigijo Darren Arthur Phillip Setyawan saat pencatatan perdana
saham PT Tourindo Guide Indonesia (PGJO) di BEI, Jakarta, Rabu (8/1/2020). Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Dari kiri ke kanan, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil OJK I Made Tirthayatra, CTO Pigijo Evie Feniyanti, CEO dan Founder Pigijo Claudia Ingkiriwang, Komisaris Utama Pigijo Linawati dan Komisaris Pigijo Darren Arthur Phillip Setyawan saat pencatatan perdana saham PT Tourindo Guide Indonesia (PGJO) di BEI, Jakarta, Rabu (8/1/2020). Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Awal 2020, 27 Perusahaan Masuk dalam Pipeline BEI

Ghafur Fadillah, Sabtu, 11 Januari 2020 | 00:11 WIB

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan di awal tahun 2020 ini sudah ada 27 perusahaan yang masuk dalam pipeline bursa.

Dari jumlah tersebut, 40% masuk dalam kategori kelas atas dengan aset di atas Rp 250 miliar, 30% termasuk dalam kelas menengah dengan aset di atas Rp 50 miliar, dan sisanya termasuk kelas kecil dengan aset sejumlah Rp 5 miliar.

Direktur Penilaian Perusahaan, I Gede Nyoman Yetna menjelaskan calon emiten tersebut berasal dari berbagai sektor seperti infrastruktur, transportasi, konsumer, dan properti.

"Saat ini kami masih menunggu, jadi masih belum bisa dipastikan apakah calon emiten dengan nilai aset di bawah Rp 250 miliar akan masuk papan pengembangan atau tidak," jelasnya usai temu media di Jakarta, Jumat (10/01).

I Gde Nyoman Yetna. Foto: IST
I Gde Nyoman Yetna. Foto: IST

Nyoman menambahkan pada tahun ini terdapat perusahaan dengan aset di bawah Rp50 miliar dan sudah mencatatkan sahamnya di Papan Pengembangan. Adapun 27 calon emiten tersebut direncanakan akan melakukan listing di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020.

"Contohnya yang sudah tercatat di papan akselerasi yaitu PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO) pada awal Januari kemarin," ujarnya.

Kemudian di sisi lain, BEI pada tahun ini menargetkan sebanyak 79 penawaran umum dengan rincian yakni pencatatan saham, obligasi, reksa dana saham (ETF), DIRE dan Dinfra.

"Seperti yang sudah tercatat pada awal tahun ini sudah ada tiga pencatatan saham dan saru ETF," kata dia.

Lebih lanjut, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan, Kristian S Manullang menjelaskan bawah ramainya masalah yang terjadi dengan Jiwasraya tidak mempengaruhi minat para calon emiten untuk melakukan IPO.

"Dari sisi IHSG pun tidak terlalu terdampak karena Asing akan lebih concern pada perkembangan ekonomi global dan perkembangan ekonomi di Indonesia sendiri, value traded dari saham yang tidak sesuai dengan fundamental tersebut juga kecil dengan total pada tahun 2019 sebesar 8,3%," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono Widodo mengatakan optimis rata-rata nilai transaksi harian bursa pada tahun 2020 dapat mencapai Rp 9,5 triliun.

"Kami telah menyiapkan beberapa strategi seperti penyusunan pengembangan program perdagangan pasar obligasi, peningkatan literasi, dan inklusi pasar modal serta serangkaian program lainya yang mendukung efisiensi proses pencatatan," tuturnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA