Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Minat IPO. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Minat IPO. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

BEI: 2019, Listing Emiten Baru Bisa Capai 70 Perusahaan

Thereis Kalla, Senin, 25 November 2019 | 23:46 WIB

JAKARTA, investor.id - Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna memperkirakan sampai akhir tahun 2019 jumlah emiten baru yang akan mencatatkan sahamnya di BEI akan mencapai 70 perusahaan.

Menurut Nyoman dari 36 nama perusahaan yang berada dalam daftar calon emiten baru ada sekitar sembilan perusahaan yang berpotensi untuk listing di tahun depan.

"Ada sembilan yang menggunakan laporan keuangan selain bulan Juni, artinya agustus dan September ada sekitar sembilan. Dari 36 setelah kita alokasikan bulan Agustus dan September itu bisa jadi tidak tahun ini, mudah-mudahan bisa sekitar 65-70," ujarnya di BEI, Senin (25/11).

I Gde Nyoman Yetna. Foto: IST
I Gde Nyoman Yetna. Foto: IST

Adapun sebelumnya BEI mempublikasikan nama-nama calon emiten baru yang akan melakukan listing pada tahun 2019. Nama-nama perusahaan tersebut yaitu, PT Ifishdeco Tbk, PT Alamanda Investama Tbk, PT Asia Sejahtera Mina Tbk, PT Palma Serasih Tbk, PT Mulia Boga Raya Tbk, PT Cisadane Sawit Raya Tbk, PT Indo Bintang Mandiri Tbk, PT Repower Asia Indonesia Tbk, PT Bank Amar Indonesia Tbk, PT Graha Belitung Utama Tbk, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk, PT Jayant Persada Indonesia Tbk, PT Austin Global Prima Tbk, PT Galva Technologies Tbk, PT Perintis Triniti Properti Tbk, PT Putra Mandiri Jembar Tbk, PT Putra Rajawali Kencana Tbk,

Kemudian PT Royalindo Investa Wijaya Tbk, PT Diamond Food Indonesia Tbk, PT Esta Multi Esa Tbk, PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk, PT Agro Yasa Lestari Tbk, PT Era Graharealty Tbk, PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk, PT Nara Hotel International Tbk, PT Tourindo Guide Indonesia Tbk, PT Hoppor International Tbk, PT Andalan Sakti Primarindo Tbk, PT Era Mandiri Cemerlang Tbk, PT Harvest Time Tbk,  PT Karya Bersama Anugerah Tbk, PT Pratama Widya Tbk, PT Diamond Citra Propertindo Tbk, PT Lancartama Sejati Tbk, dan PT Aesler Grup Internasional Tbk.

Sementara itu, jika menilik daftar pipeline tersebut, beberapa perusahaan yang menggunakan laporan keuangan bulan Agustus dan September yaitu PT Graha Belitung Utama Tbk, PT Austing Global Prima Tbk, PT Esta Multi Usaha Tbk, PT Graharealty Tbk, PT Hoppor International Tbk, PT Andalan Sakti Primarindo Tbk, PT Karya Bersama Anugerah Tbk, dan PT Aesler Grup Internasional Tbk. Dengan demikian beberapa calon emiten tersebut dapat diperkirakan melakukan listing di tahun depan.

Sementara pada Senin (25/11) PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) dan PT Palma Serasih Tbk (PSGO) resmi melantai di BEI sekaligus menjadi emiten ke 47 & 48 yang melakukan listing di sepanjang tahun 2019. Pada perdagangan perdananya hingga perdagangan sesi I hari ini harga saham KEJU

mengalami  auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 50% ke Rp 1.125 per saham. Sedangkan saham PSGO ditutup naik 69,52% menjadi Rp 178 per unit sahamnya.

Mulia Boga Raya berhasil menghimpun dana sebesar Rp 75 miliar dari pelaksanaan IPO. Mulia Boga Raya melepas 100 juta sahamnya dengan harga penawaran RP 750. Bersamaan dengan IPO, perseroan juga menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan Obligasi Wajib Konversi sejumlah 200 juta saham biasa.

Sementara Palma Serasih mengumpulkan dana sebesar Rp 299,25 miliar dari gelaran IPO. Perseroan melepas sebanyak 2,85 miliar sahamnya kepada publik, dengan harga penawaran sebesar Rp 105 per unit saham.

Adapun sebelumnya Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi pernah mengatakan, tetap meyakini mampu membukukan pencatatan efek baru sebanyak 75 pencatatan. Nilai itu tidak hanya dari aksi penawaran umum perdana (intial public offering/IPO), tapi juga termasuk Reksa Dana Echange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE) dan Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DINFRA).

Dengan demikian, apabila semua berjalan dengan lancar, maka pada tahun ini dengan 70 emiten baru, maka dapat menjadi pencapaian yang lebih baik dibanding tahun lalu sebanyak 57 emiten baru.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA