Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

BEI akan Lampaui Target IPO

Farid Firdaus, Sabtu, 13 Juli 2019 | 12:00 WIB

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis target perusahaan yang melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan obligasi tahun ini bakal terlampaui. Pasalnya, hingga 12 Juli, BEI telah menjaring sebanyak 32 emiten baru.

Seperti diketahui, semula BEI mematok target ambisius yakni sebanyak 75 pencatatan efek baru sepanjang tahun ini. Namun, target tersebut bukan hanya saham, tapi termasuk obligasi dan KIK-EBA. Untuk IPO saham, BEI berharap minimal sama dengan tahun lalu yang sebanyak 57 emiten.

Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna  mengatakan, sepanjang pekan ini terjadi fenomena yang menarik di lantai bursa lantaran setiap hari diwarnai aksi pencatatan saham perdana emiten baru. “Hari senin ada tiga emiten, Selasa empat, Rabu dua, Kamis ada satu, dan Jumat ada satu. Harapan kami target tahun ini terlampaui,” jelas dia di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Nyoman, semester II-2019 ini merupakan momentum yang tepat bagi para perusahaan untuk masuk ke bursa atau menerbitkan instrumen efek yang lain. Pasalnya sejumlah sentimen dalam negeri kian mendukung termasuk meredanya ketegangan politik, dan adanya kepastian pada pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

Dia menambahkan, minat emiten melangsungkan IPO di paruh kedua tahun ini juga mulai terlihat, salah satunya adalah PT Softex Indonesia. Meski belum menyampaikan dokumen ke bursa, perwakilan dari produsen sanitary dan pembalut wanita tersebut telah bertemu dengan manajemen bursa.

“Softex sudah ketemu dengan Pak Laksono (Direktur BEI). Mereka belum mini ekspos, baru menyampaikan secara lisan. Kita bicara terkait skema-skema yang bisa didiskusikan,” jelas dia.

Bagi perusahaan besar, kata Nyoman, keputusan untuk go public memang cukup diperhitungkan. Semua keputusan strategis sangat tergantung dari para pemilik dan jajaran direksi. Menurutnya, aksi IPO juga bukan hanya soal menggalang dana, tapi juga hal-hal lain yang dipertimbangkan seperti reputasi bisnis.

Adapun, apabila Softex merealisasikan rencana IPO, maka aksi mereka bisa dibilang yang terbesar sepanjang tahun ini. Sebelumnya, Bloomberg melaporkan Softex mengincar target dana IPO hingga US$ 500 juta. Perusahaan ini pun didukung oleh  perusahaan investasi luar negeri terkemuka CVC Global Partners.

CVC tercatat membeli saham minoritas yang signifikan di perusahaan Softex Indonesia sejak tahun 2015. Ketika itu, langkah tersebut merupakan investasi keempat CVC pada perusahaan swasta di Asia Tenggara.

Mengutip website resmi Softex Indonesia, perseroan berdiri sejak 1976, dan kini telah menjual produk di lebih dari 35 negara di seluruh dunia termasuk Afrika, Eropa dan Asia Pasifik. Perseroan memiliki dua fasilitas produksi yang berlokasi di Sidoardjo Jawa Timur, dan Tangerang, Banten.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN