Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Layar elektronik menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta. Foto:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Layar elektronik menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

BEI Kantongi 21 Calon Emiten Baru dalam Pipeline IPO

Mashud Toarik, Jumat, 26 Juni 2020 | 17:41 WIB

JAKARTA, investor.id – Pendemi Covid-19 serta berbagai sentimen yang berpotensi menekan perekonomian global tidak menyurutkan minat perusahaan untuk menggelar initial public offering (IPO) dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Gede Yetna memaparkan, saat ini terdapat 21 perusahaan yang sedang antre melakukan proses IPO dan pencatatan saham di BEI. Perusahaan tersebut tersebar pada hampir semua sektor bisnis, kecuali energi.

“Dari 21 perusahaan dalam pipeline ini, terdapat 11 perusahaan masuk dalam kategori beraset besar, lalu 8 perusahaan ketegori sedang dan 2 perusahaan kategori kecil,” papar I Nyoman Gede Yetna dalam acara Bincang Wartawan Pasar Modal yang digelar secara virtual, Jumat (26/6/2020).

Sebagai catatan berdasarkan POJK No 52/2017 perusahaan tercatat dibagi dalam tiga ketegori aset yaitu untuk aset hingga Rp 50 miliar merupakan perusahaan skala kecil, lalu Rp 50 miliar – 250 miliar dikategorikan sebagai perusahaan skala menengah dan untuk aset di atas Rp 250 miliar masuk kategori perusahaan besar.

Sementara secara year to date hingga 19 Juni 2020, terdapat 28 perusahaan yang telah mencatatkan saham perdananya di BEI. Dengan begitu tahun ini BEI berpotensi mengantungi 49 emiten tercatat baru. Adapun tahun 2019 lalu BEI mengantungi sebanyak 55 emiten dan tahun 2018 sebanyak 57 emiten.

Selain pencatatan saham, I Nyoman Gede Yetna mengatakan terdapat 2 ETF dalam pipeline pencatatan tahun ini dan 5 calon emiten yang akan mencatatkan obligasi. “Untuk ETF yang sudah mencatatkan tahun ini sebanyak 7 produk sementara pencatatan obligasi 1 perusahaan,” ujarnya.

Terkait rencana initial public offering perusahaan BUMN, disampaikan bahwa saat ini belum satupun yang diproses BEI namun untuk penerbitan obligasi menurut Nyoman sudah ada yang masuk dan sedang diproses.

Dalam kesempatan ini BEI juga menyampaikan telah menggentorkan insentif dengan memberikan diskon dalam bentuk initial listing fee sebesar 50% bagi pencatatan saham baru maupun pencatatan saham tambahan di BEI.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, total stimulus yang diberikan BEI dan SRO lain bila dirupiahkan mencapai Rp 133,8 miliar dengan menggunakan asumsi rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp 7 triliun. “Kalau RNTH lebih tinggi tentu jumlah stimulusnya otomatis juga lebih tinggi,” tandasnya.

Program stimulus tadi diharapkan dapat menggairahkan pasar modal khususnya dalam meningkatkan minat perusahaan melakukan IPO dan atau secondary offering.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN