Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Berkah Prima Perkasa Ekspansi ke Bisnis Cetak Tekstil

Gita Rossiana, Senin, 8 Juli 2019 | 19:24 WIB

JAKARTA, Investor.id - PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE), berencana  ekspansi ke percetakan tekstil dan percetakan kertas point of sale (POS) tahun ini. Ekspansi akan direalisasikan dengan menggunakan dana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Direktur Utama Berkah Prima Perkasa Herman Tansri mengatakan, sebagai perusahaan percetakan, perseroan tidak hanya menjual tinta printer ke perkantoran.

"Kami juga menjual jenis tinta yang dicetak ke kertas, lalu kertasnya di-press ke kain, coraknya ini yang berpindah ke kain,"kata dia.

Industri ini, menurut Herman sedang naik daun. Pasalnya, harga kain bercorak ini jauh lebih mahal dibandingkan kain dengan cetak tradisional. Selain itu, negara yang kuat isu lingkungannya lebih condong untuk memperbolehkan menjual kain dengan teknik cetak tersebut.

"Kalau teknik cetak biasa menghabiskan banyak air dan ketika dibuang ke kali bisa merusak lingkungan,"papar dia.

Kemudian bisnis cetak tekstil lain yang dikembangkan perseroan adalah percetakan karpet. Sejauh ini, banyak hotel di Jakarta yang mulai menggunakan jasa cetak tersebut.

Selain itu, perseroan juga mengembangkan percetakan sepatu warna-warni."Kami juga aplikasikan teknik mencetak dengan jumlah limited ini untuk tas bahan kanvas yang tujuannya untuk menarik minat rumah-rumah desainer,"jelas dia.

Dalam mengembangkan percetakan tekstil ini, perseroan membutuhkan investasi tambahan sekitar Rp 1,5 miliar. Investasi ini digunakan untuk membeli mesin cetak katun stretch. Sebelumnya, perseroan sudah berinvestasi sekitar Rp 3-4 miliar untuk percetakan tekstil tersebut.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA