Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Layar elektronik menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)  di Jakarta, beberapa waktu lalu.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Layar elektronik menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bidik Dana Rp 94,8 Miliar, Nusa Palapa dan Imago Mulia Gelar IPO Saham

Minggu, 4 April 2021 | 15:14 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id -  Dua perusahaan berencana menggalang dana melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dalam waktu dekat. Total dana yang bisa diraih dari IPO tersebut mencapai Rp 94,8 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perusahaan pertama adalah PT Nusa Palapa Gemilang Tbk. Perusahaan pupuk ini menawarkan 648,02 juta unit saham baru kepada publik dengan harga penawaran Rp 100 per saham, sehingga dana yang bisa diraih adalah Rp 64,8 miliar.

Perseroan telah mendapatkan pernyataan efektif pada 29 Maret 2021. Sementara masa penawaran umum dilakukan pada 31 Maret hingga 7 April 2021. Distribusi secara elektronik pada 13 April 2021 dan pencatatan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 April 2021.

Perseroan juga telah menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi IPO saham ini. Kemudian pemesanan dilakukan secara online melalui website Bima Registra.

Dana dari hasil penerbitan IPO akan digunakan untuk modal kerja. Sekitar 82% atau sebesar Rp 50,04 miliar akan digunakan untuk akuisisi lahan di Sidoarjo yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan pabrik. Lalu sekitar 17% atau sebesar Rp 10,15 miliar akan digunakan untuk belanja modal untuk pelunasan pembelian mesin produksi. Sementara sisanya akan digunakan untuk membeli bahan baku produksi.

Sedangkan perusahaan kedua yang berniat IPO saham adalah PT Imago Mulia Persada Tbk. Perusahaan ini berniat menawarkan sebangak 300 juta dengan harga penawaran Rp 100, sehingga dana yang bisa diperoleh mencapai Rp 30 miliar.

Bersamaan dengan penerbitan saham baru, perseroan juga menawarkan Waran Seri I sebanyak 350 juta waran atau sebanyak 35% dari jumlah saham yang ditempatkan. Harga pelaksanaan waran adalah Rp 110, sehingga dana yang bisa diperoleh dari waran adalah Rp 38,5 miliar.

Sesuai rencana, pernyataan efektif IPO diperoleh pada 29 Maret 2021. Masa penawaran umum pada 30-31 Maret 2021. Distribusi saham dan waran secara elektronik pada 6 April 2021 dan pencatatan di BEI pada 7 April 2021.

Perseroan telah menunjuk PT Danatama Makmur Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sedangkan, PT Henan Putihrai Sekuritas dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai penjamin emisi efek. Pemesanan saham IPO dan waran bisa dilakukan pada website Bima Registra.

Dengan kehadiran dua perusahaan tersebut tentunya akan menambah jumlah perusahaan tercatat di bursa. Sementara hingga 30 Maret 2021, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menjelaskan terdapat 11 perusahaan yang tercatat di bursa.

Sedangkan di pipeline BEI masih ada 22 perusahaan yang mengantri untuk IPO dan terdapat dua yang akan tercatat pada waktu dekat ini. Adapun rincian perusahaan yang akan IPO itu adalah dua perusahaan dari sektor energi, tiga perusahaan dari sektor basic materials, dua perusahaan dari sektor industrials, dua perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, enam perusahaan dari sektor consumer cyclicals, tiga perusahaan dari sektor properties dan real estate, tiga perusahaan dari sektor teknologi dan satu perusahaan dari sektor infrastruktur.

Berdasarkan ukuran skala aset, sebanyak tujuh perusahaan yang akan IPO adalah perusahaan dengan skala aset kecil, yakni di bawah Rp 50 miliar. Kemudian, sebanyak 10 perusahaan adalah perusahaan dengan aset skala menengah atau sebesar Rp 50-250 miliar. Lalu, sebanyak lima perusahaan adalah perusahaan dengan aset skala besar atau di atas Rp 250 miliar.

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah penggalangan dana dari IPO mencapai Rp 3 triliun atau meningkat 11% dari Rp 2,7 triliun. "Hal tersebut menggambarkan besarnya kepercayaan dan optimisme para pengusaha di Indonesia akan pemulihan perekomian dan pasar modal Indonesia pada tahun 2021," kata dia.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN