Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bisnis. Foto: Credit Commerce (Pixabay)

Ilustrasi bisnis. Foto: Credit Commerce (Pixabay)

'Blank Check Company' Afiliasi Grup Saratoga IPO US$ 200 Juta

Jumat, 25 Desember 2020 | 17:52 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Provident Acquisition Corp, special purpose acquisition company (SPAC) yang terafiliasi dengan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), berencana mencatatkan sahamnya di Nasdaq, Amerika Serikat (AS). SPAC atau 'blank check company' ini membidik dana hingga US$ 200 juta dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Berdasarkan dokumen yang diajukan kepada US Securities and Exchange Commission (SEC) pada Selasa (22/12), Provident Acquisition siap menawarkan 20 juta unit dengan harga US$ 10 per unit melalui IPO. Setiap satu unit yang ditawarkan melekat satu saham kelas A dan setengah waran. Waran tersebut memberikan hak kepada investor untuk menukarnya dengan satu saham kelas A seharga US$ 11,5 per saham.

“Waran dapat dilaksanakan selambat-lambatnya 30 hari setelah penyelesaian awal bisnis kami atau 12 bulan sejak penutupan penawaran ini,” ungkap manajemen Provident Acquisition dalam dokumen tersebut, yang dikutip Investor Daily, Jumat (25/12).

Adapun sponsor utama Provident Acquisition, yaitu Provident Acquisition Holdings Ltd, telah menyatakan komitmen untuk membeli 6 juta waran. Sementara, Citigroup Global Market Inc bertindak sebagai penjamin emisi efek. Provident Acquisition yang berkantor pusat di Hong Kong ini mengusulkan kode saham PAQU kepada Nasdaq.

Para sponsor perseroan termasuk Provident Acquisition Holdings kini memiliki sebanyak 5,75 juta saham kelas B. Dari jumlah tersebut, sebanyak 750 ribu saham akan diserahkan tanpa syarat kepada perseroan setelah penutupan IPO.

IPO ini turut melibatkan sejumlah anchor investor, antara lain WF Asian Reconnaissance Fund Ltd (Ward Ferry), PT Nugraha Eka Kencana yang merupakan anak usaha Saratoga Investama, dan Aventis Star Investment Ltd yang terafiliasi dengan Provident Group.

Para anchor investor ini telah menandatangani perjanjian pada 14-15 Desember 2020 untuk menyerap 5,5 juta saham IPO dengan 2,75 waran. Alhasil, nilai pembelian oleh anchor investor tersebut mencapai US$ 55 juta.

Secara rinci, Ward Ferry berkomitmen membeli hingga 2,5 juta saham kelas A, ditambah 1,25 juta waran. Nilai komitmen Ward Ferry mencapai US$ 25 juta. Sebagai konsekuensinya, Ward Ferry juga akan menerima 312 ribu saham kelas B yang mewakili 6,25% saham kelas B yang beredar.

Sementara itu, Nugraha Eka Kencana berkomitmen membeli 1 juta saham kelas A, ditambah 500 ribu waran. Nilai komitmen tersebut setara US$ 10 juta. Selanjutnya, Aventis Star bersedia menyerap 2 juta saham kelas A, ditambah 1 juta waran. Nilai komitmen Avantis setara US$ 20 juta.

'Blank Check Company'

Sebagai SPAC atau 'blank check company' yang didirikan berdasarkan hukum Cayman Islands, Provident Acquisition bertujuan untuk melakukan merger, pertukaran saham, akuisisi aset, pembelian saham, dan reorganisasi bisnis. Dalam prospektusnya, manajemen Provident Acquisition menyatakan belum menargetkan secara spesifik perusahaan yang akan diakuisisi maupun dimerger.

“Namun, kami fokus pada perusahaan di sektor barang konsumsi yang memiliki operasi prospektif di Asia, dengan fokus khusus pada sektor teknologi di Asia Tenggara,” jelas manajemen Provident Acquisition.

Perseroan optimistis bisa mengidentifikasi prospek menjanjikan di Asia lantaran memiliki tim manajemen yang berpengalaman. Sebagai informasi, sponsor perseroan, Provident Acquisition Holdings juga terafiliasi dengan Provident Growth dan Provident Capital.

Grup Provident tersebut telah berinvestasi pada 13 perusahaan teknologi dan sejumlah emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Para perusahaan tersebut termasuk Gojek, Gopay, Traveloka, JD.id, Pomelo, JD Central, Advance.AI, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Winato Kartono menduduki jabatan executive chairman Provident Acquisition, yang sekaligus founder Provident Group. Winato juga tercatat sebagai komisaris Gojek dan Tower Bersama. Winato adalah sosok di balik suksesnya investasi PT Provident Capital Indonesia dan Provident Growth.

Selanjutnya, Michael Aw menjabat sebagai CEO dan CFO Provident Acquisition. Michael sebelumnya terlibat dalam Provident Growth dan sekarang menjadi dewan pengamat Traveloka dan menjadi direktur Pomelo. Tim manajemen Provident Acquisition turut diperkuat oleh Andre Hoffman yang menjabat sebagai presiden direktur. Andre masih menjabat sebagai wakil komisaris L’Occitaine Group sejak 2016.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN