Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
bursa saham

bursa saham

BNI Sekuritas Bawa 6 Anak Perusahaan BUMN Melantai di BEI

Muhammad Ghafur Fadillah, Kamis, 7 November 2019 | 11:00 WIB

JAKARTA, Investor.id - PT BNI Sekuritas memproyeksikan tahun depan membawa enam anak perusahaan BUMN melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan nilai emisi Rp 4 triliun.

Ke-6 perusahaan yang akan melantai di bursa saham itu meliputi PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT Adhi Persada Gedung, PT Adhi Commuter Properti, PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty), PT Wika Industri dan Konstruksi, serta PT Rumah Sakit Pelni.

Managing Director BNI Sekuritas Reza Benito Zahar mengungkapkan,  selain mengantarkan IPO, perseroan selaku penjamin pelaksana emisi (underwriter) bakal menangani emisi obligasi sejumlah perusahaan pada akhir 2019, yakni PT PP (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Barito Pacific Tbk.

"IPO enam anak usaha BUMN akan di-carry over ke tahun depan. Rencananya akan dibagi dalam dua termin, yakni semester satu dan dua," kata Reza di Jakarta, Kamis (07/11).

Plt Direktur Utama Geger Maulana mengungkapkan, proses IPO anak usaha BUMN tersebut sudah berjalan sejak awal tahun ini. Hanya saja, prosesnya tertunda karena kondisi pasar kurang kondusif, mengingat awal tahun merupakan masa-masa pemilu.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk selaku induk perusahaan, untuk mendorong semakin banyak perusahaan masuk pasar modal, baik melalui emisi obligasi maupun IPO, tergantung kebutuhan korporasi,” tutur dia.

Geger menambahkan, pada kesempatan yang sama, anak usaha BNI menggelar edukasi pasar modal dengan tema Navigating Through Global Uncertainties. Tujuannya tiada lain untuk memberikan edukasi kepaada para pelaku pasar mengenai perkembangan pasar global.

"Tercatat Rp 5.000 triliun uang yang sudah dihimpun perbankan (dana pihak ketiga/DPK), sementara uang yang dimobilisasi dari pasar modal baru sekitar Rp 1.000 triliun. Kami akan jemput bola mendorong masyarakat agar berinvestasi di pasar modal karena infrstrukturnya sudah sangat baik," papar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA