Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Cisadane Sawit Raya (CSR). ( Foto: profil perusahaan / csr.co.id/id )

PT Cisadane Sawit Raya (CSR). ( Foto: profil perusahaan / csr.co.id/id )

CSR Proyeksikan Kenaikan Produksi 15% pada 2020

Kamis, 9 Januari 2020 | 12:50 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) memproyeksikan kenaikan produksi sebesar 15% di tahun 2020. Perseroan menargetkan bisa menghasilkan total 350 ribu ton Tandan Buah Segar (TBS) dan lebih dari 62 ribu ton Crude Palm Oil (CPO).

Direktur Cisadane Sawit Raya Seman Sendjaja menyatakan optimis, hasil produksi dapat naik seiring dengan profil umur tanaman kelapa sawit milik perseroan yang relatif muda sehingga menjamin keberlanjutan peningkatan produksi setiap tahunnya. “Tentu akan naik, diharapkan lebih dari 15%. Sekarang saya tidak bisa prediksi, karena ada faktor cuaca, namun dengan profil tanaman kami yang masih banyak tanaman muda, otomatis setiap tahun untuk beberapa tahun ke depan produksi kami masih akan meningkat,” ujarnya seusai pencatatan perdana (listing) saham . 

Dalam penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham, emiten produsen kelapa sawit ini melepas sejumlah 410 juta saham baru. Besaran saham baru yang diterbitkan tersebut setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Adapun saham CSRA ditawarkan dengan harga saham sebesar Rp 125 per saham. Perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Seman mengungkapkan, dana yang diperoleh dari hasil IPO sekitar Rp 51,2 miliar, rencananya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. “Kami harapkan dana yang dikumpulkan sekitar Rp 51 miliar, dan hasil proceed dari IPO kami gunakan untuk working capital untuk membeli TBS dari masyarakat, membeli pupuk dan dan pembayaran kontraktor untuk biaya sewa alat berat dan konstruksi,” ujarnya.

Seman menambahkan, dana yang dihimpun dari masyarakat melalui proses IPO ini akan mendorong pertumbuhan dan pengembangan bisnis perseroan sehingga semakin baik di masa mendatang. “Kami informasikan bahwa CSRA mengalami oversubscribed lebih dari 3 kali setelah masa penawaran umum yang berlangsung,” kata Seman.

Cisadane Sawit Raya menjadi emiten ke tiga yang melakukan listing di BEI pada tahun 2020. Saham CSRA naik 87 poin atau 69,6% ke level Rp212 pada perdagangan perdananya. (der)

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN