Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Traveloka. Foto: Beritasatu.com

Traveloka. Foto: Beritasatu.com

Di Tengah Persiapan IPO, Traveloka Masuk Bisnis Fintech di Thailand

Jumat, 26 Maret 2021 | 18:43 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Traveloka resmi merambah bisnis financial technology (fintech) di Thailand. Unicorn yang tengah mempersiapkan rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham tersebut mendirikan perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan Siam Commercial Bank Pcl (SCB).

SCB Group melalui anak usahanya, SCB 10X bersama Traveloka membentuk TREX Ventures. Perusahaan baru ini menjadi JV pertama Traveloka yang difokuskan untuk bisnis layanan keuangan digital. Sesuai rencana, TREX Ventures akan memanfaatkan jaringan luas SCB dan keahlian digital Traveloka untuk menawarkan produk keuangan inovatif di Thailand.

Chief Business Development and Financial Officer SCB 10X Pitiporn Phanaphat mengatakan, sebagai bagian dari visi perseroan di garis depan investasi regional, SCB 10X berupaya menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi dan start-up dengan potensi kuat dari seluruh dunia.

“Langkah strategis ini juga menunjukkan komitmen perseroan dalam mengembangkan inovasi yang mampu menciptakan pertumbuhan eksponensial ke depannya,” kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (26/3).

SCB 10X menilai kerja sama dengan Traveloka merupakan kesempatan yang baik, lantaran aplikasi Traveloka telah digunakan oleh sekitar 40 juta pengguna. Selain itu, Traveloka dinilai sebagai aplikasi dengan data analitik yang kuat. Adapun SCB sebagai bank terbesar ketiga secara aset di Thailand telah memiliki basis pelanggan lebih dari 16 juta orang.

President of Traveloka Group Caesar Indra mengatakan, perseroan berkomitmen terus mengembangkan bisnis fintech ke depan. Pihaknya menilai, kemitraan strategis ini memungkinkan perseroan memberikan layanan keuangan baru yang sesuai dengan kebutuhan pengguna di Thailand.

“Kami yakin pasar Thailand menawarkan banyak peluang untuk Traveloka. Dengan hanya 30% dari pelanggan Thailand yang memiliki kartu kredit, kami melihat hal ini serupa dengan yang terjadi di Indonesia,” kata Caesar.

Dengan memanfaatkan rekam jejak di Indonesia, lanjut dia, perseroan siap menawarkan solusi keuangan yang bisa memberdayakan masyarakat Thailand. Perseroan masuk ke bisnis keuangan digital ketika menemukan celah dalam penggunaan aplikasi perjalanan.

Pada 2018, Traveloka tercatat menjadi pionir dalam fitur 'beli sekarang bayar nanti'. Kemudian, perseroan menciptakan inovasi lainnya, yakni Paylater Credit Card. “Kami melihat kesempatan untuk memberikan solusi yang memperkaya pengalaman pelanggan dengan membuat perjalanan dan kebutuhan gaya hidup bisa diakses melalui inklusi keuangan,” jelas Caesar.

Rencana IPO

Traveloka sempat dikabarkan menjadi salah satu dari unicorn Tanah Air yang menjadi target merger oleh sejumlah special purpose acquisition company (SPAC). Para SPAC yang sahamnya tercatat di Nasdaq, Amerika Serikat (AS) itu akan membuka jalan bagi Traveloka untuk mencatatkan sahamnya di AS.

Bloomberg sebelumnya menyebutkan, beberapa SPAC yang mendekati Traveloka antara lain Provident Acquisition, yang terafiliasi dengan Saratoga Investama, serta COVA Acquisition Corp.

Head of Corporate Communication Traveloka Reza Amirul Juniarshah mengatakan, Traveloka masih dalam tahap finalisasi perencanaan serta pemilihan rute terbaik menjadi perusahaan publik. Sebagai perusahaan teknologi dari Indonesia dengan aktivitas operasional di Asia Tenggara dan Australia, Traveloka tentu tetap mempertimbangkan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Namun, pada saat yang bersamaan, pasar saham di AS terlihat semakin menarik karena Wall Street memandang Asia Tenggara sebagai kawasan dengan perkembangan pesat dan potensi pertumbuhan yang tinggi,” kata dia kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Sebagai salah satu perusahaan teknologi terdepan di Asia Tenggara, kata Reza, pencatatan saham Traveloka di AS akan menempatkan perseroan pada liga yang sama dengan perusahaan teknologi kelas dunia lainnya yang juga tercatat di sana. Hal itu memungkinkan Traveloka untuk bersaing lebih kompetitif lagi di level global dan membuat perusahaan membawa sumber daya ke Indonesia dan Asia Tenggara.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN