Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: SP/Ruht Semiono

Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: SP/Ruht Semiono

Dibuka, Pencatatan Saham Perusahaan Kecil dan Menengah di BEI

Gita Rossiana, Rabu, 31 Juli 2019 | 20:24 WIB

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan, peraturan mengenai pencatatan saham di papan akselerasi sudah mulai diberlakukan sejak 22 Juli 2019. Dengan begitu, perusahaan dengan skala aset kecil dan menengah yang berminat sudah bisa memproses pencatatan saham di papan tersebut.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pengembangan papan akselerasi ini sejalan dengan POJK No.53/POJK.14/2017 tentang Pernyataan Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum dan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu oleh Emiten dengan Aset Skala Kecil dan Menengah.

Perusahaan yang bisa mencatatkan sahamnya di papan akselerasi adalah yang memiliki aset hingga mencapai Rp 250 miliar. "Perusahaan yang masuk ke papan akselerasi juga tidak boleh memiliki pemegang saham pengendali dengan aset lebih besar dari Rp 250 miliar," kata Nyoman di Jakarta, Rabu (31/7).

Dia menegaskan, pengembangan ini bertujuan untuk membuka akses bagi perusahaan kecil dan menengah untuk menggalang dana dari pasar modal. Papan akselerasi sudah diterapkan di sejumlah negara, antara lain Malaysia, Taiwan, Singapura, India, Korea Selatan, Jepang, dan lainnya. Papan akselerasi di Korea Selatan mencatat kapitalisasi pasar terbesar mencapai US$ 204,7 miliar, dengan jumlah issuer sebanyak 1.279 perusahaan.

Lebih lanjut Nyoman mengatakan, peraturan pencatatan saham di papan akselerasi BEI sedikit lebih longgar dibandingkan papan utama dan papan pengembangan. Salah satu kemudahan tersebut adalah perusahaan tercatat boleh mengalami kerugian sampai enam tahun setelah tercatat.

Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi manfaat dari pencatatan perusahaan di pasar modal. "Manfaat perusahaan tercatat di papan akselerasi tetap bertujuan untuk meningkatkan reputasi, transparasi, dan nilai perusahaan," ujar dia.

Namun, Nyoman mengakui, implementasi pengembangan papan akselerasi ini belum sepenuhnya dilakukan. Sebab, BEI belum mengeluarkan peraturan mengenai perdagangan saham di papan akselerasi. "Peraturan mengenai perdagangan di papan akselerasi sebentar lagi akan dikeluarkan, sehingga implementasinya secara penuh bisa segera dilakukan," jelas dia.

Menurut Nyoman, peraturan perdagangan di papan akselerasi akan berbeda dengan peraturan perdagangan di papan pengembangan dan papan utama. Sebab, karakteristik perusahaannya berbeda. "Kami juga akan mengatur proteksi terhadap investor yang akan berinvestasi di papan akselerasi," kata dia.

Sejauh ini, cukup banyak perusahaan di daerah yang berminat mencatatkan sahamnya di papan akselerasi. Bahkan, perusahaan-perusahaan di daerah ini juga mampu untuk mencatatkan sahamnya di papan pengembangan dan papan utama.

"Perusahaan yang dari daerah berasal dari berbagai sektor, ada yang sektor hospital, consumer goods, plantation, manufaktur, dan tidak menutup kemungkinan sektor lain," tutur Nyoman.

Perusahaan lain yang potensial untuk masuk ke papan akselerasi adalah start-up binaan BEI melalui IDX Incubator. Sedikitnya ada 72 start-up yang masuk dalam IDX Incubator tersebut. "Namun kami juga membuka kesempatan bagi UMKM binaan BUMN dan lainnya untuk masuk ke papan akselerasi," tutur Nyoman.

Dari segi sektor, BEI tidak hanya memfokuskan pengembangan papan akselerasi untuk sektor teknologi atau digital. Papan akselerasi ini dibuka untuk mempersiapkan perusahaan kecil dan menengah dari berbagai sektor untuk meningkat ke papan pengembangan dan papan utama.

"Kami mengharapkan papan akselerasi bisa membuka kesempatan dari semua sektor dan mendorong potensi perusahaan-perusahaan di daerah," ujar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN